Pemkab Bogor Serius Garap Sekolah Aman dan Nyaman

Pemerintah Kabupaten Bogor terus berupaya menangani kasus sekolah rusak. Hal tersebut bisa dilihat dari progres penanganan rehabilitasi ruang kelas yang rusak jenjang SD tahun 2013-2016, yaitu tahun 2013 telah ditangani 1.441 ruang kelas (452 sekolah), tahun 2014 sebanyak 541 ruang kelas (190 sekolah). tahun 2015 sebanyak 503 ruang kelas (178 Sekolah) dan d tahun 2016 telah ditangani sebanyak 586 ruang kelas (171 sekolah).

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi mengatakan, dalam penangananan kasus sekolah rusak dan mewujudkan sekolah aman dan nyaman, diperlukan keterlibatan pihak lain selain Pemerintah Daerah. Hal tersebut dikarenakan ada beberapa kebijakan pusat yang belum bisa diterapkan di daerah,  dan keterbatasan APBD Kabupaten Bogor.

BACA JUGA :  Amankah Minum Kopi Setelah Minum Obat? Ini Penjelasan Medisnya

“Saya apresiasi kehadiran Yappikan dan Kopel , ini sangat memotivasi kita untuk bergerak secara bersama-sama dalam membenahi sekolah rusak di Kabupaten Bogor. Saya sangat mengerti bahwa APBD kita belum cukup untuk membenahi secara keseluruhan, akan tetapi bisa melibatkan perusahaan dari dana CSR mereka dalam membenahi sekolah rusak di Kabupaten Bogor,” ujar Ade Ruhandi.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Yappika ActionAid Fransisca Fitri, mengatakan bahwa Road Map yang disusun Kopel bersama Yappika ActionAid, Pemkab Bogor , DPRD dan para pihak yang punya kepedulian atas kondisi infrastruktur sekolah, merupakan dokumen yang harapannya menjadi panduan penyelesaian infrastruktur ruang kelas dalam jangka waktu 1 tahun. Dokumen tersebut mendesain program dan kegiatan yang dilakukan dalam rangka percepatan penyelesaian ruang kelas rusak.

BACA JUGA :  200 ASN Kabupaten Bogor Adu Ketepatan di Turnamen Biliar Bupati Cup 2026

“Kami apresiasi upaya perbaikan infrastruktur sekolah yang telah dilakukan Pemkab Bogor, untuk sisanya tentu sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi dalam perbaikannya. Maka dari itu Dokumen Road Map ini berisi tentang peta penyeleseaian infrastruktur ruang kelas rusak dengan memaksimalkan potensi sumber daya pemerintah daerah, anggaran daerah, peran swasta dan pelibatan masyarakat. Mudah-mudahan kasus sekolah rusak di kabupaten Bogor dapat segera tertangani,” terang Fransisca. (Iman R Hakim)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================