Neraca Perdagangan RI Kembali Surplus

“Ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga , seperti batu bara, minyak kelapa sawit, minyak karnel, karet, tembaga, dan nikel,” imbuhnya.

Sedangkan impor mengalami penurunan, yaitu sektor migas turun 10,16 persen dari US$1,78 menjadi US$1,46 miliar dan sektor non migas turun 4,8 persen dari US$12,11 miliar menjadi US$11,53 miliar.

“Kalau dibandingkan dengan bulan sebelumnya, menurun secara bulanan, baik untuk migas dan non migas. Tapi, masih ada kenaikan secara tahunan, untuk migas dan non migas juga,” kata Ketjuk.

BACA JUGA :  Mitra MBG Tuntut Kepala BGN Baru Perkuat Regulasi dan Tata Kelola


Berdasarkan penggunaan barang, impor barang konsumsi turun 9,39 persen menjadi US$1,2 miliar, impor barang baku/penolong turun 3,47 persen menjadi US$10,07 miliar, dan impor barang modal turun 5,95 persen menjadi US$2,22 miliar.

BACA JUGA :  Sekolah Rakyat Buka 5.127 Formasi Tenaga Kependidikan Tahun 2026, Simak Posisi, Syarat, dan Jadwal Seleksinya

Adapun perdagangan Indonesia mengalami surplus dari India sebesar US$6,67 miliar, Amerika Serikat (AS) US$6,32 miliar, dan Belanda US$2,1 miliar. Sedangkan perdagangan defisit dari China minus US$9,19 miliar, Thailand minus US$2,53 miliar, dan Australia minus US$2,14 miliar. (Yuska Apitya)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================