
Ia menambahkan, untuk infrastruktur jalan jembatan dan pengairan juga di fokuskan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor walaupun tentunya ada beberapa kendala karena Kabupaten Bogor berbeda dengan daerah lainnya baik luas daerah maupun jumlah penduduknya.
“Tahun ini akan ada pelebaran di kawasan wisata puncak dari kondisi  7 meter akan menjadi 11 meter untuk mengurai kemacetan puncak yang menjadi tujuan wisata sekaligus mengembangkan juga jalur lingkar selatan dan utara,” ungkapnya.
Seperti diketahui, Indonesia Attractiveness Award 2017 merupakan penyelenggaraan ketiga yang digelar Tempo dan Frontier Consulting Group, untuk menghasilkan pemeringkat IAI, metodologi yang digunakan adalah penelitian kuantitatif.
Menurut CEO Frontier Consulting Group Handy Irawan, tim peneliti menyisir data-data sekunder dan primer (mystery calling, analisis digital dan media sosial) dari 508 kota/kabupaten yang dinilai. Pengumpulan data primer dilakukan dari Mei sampai Juni 2017, sedangkan data sekunder dikoleksi sejak awal 2016.
Direktur Utama PT Tempo Inti Media Toriq Hadid menambahkan, ada dua indikator yang menjadi tolak ukur dalam penghargaan Indonesia Attractiveness Award 2017. Indikator pertama yang digunakan adalah kontribusi PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) terhadap PDRB Provinsi di atas 20%, atau kontribusi PDRB lebih besar daripada PDRB Provinsi. Sedangkan indikator kedua yang digunakan adalah pertumbuhan PDRB harus lebih besar dari rata-rata pertumbuhan koridor atau PDRB per kapita lebih besar dari rata-rata PDRB perkapita koridor. (Firdaus /*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















