CARA GAMPANG GEBUK PKI

Adanya usulan untuk mencabut TAP/MPRS/NO XXV Tahun 1966 Tentang pembubaran dan pelarangan PKI. Peniadaan LITSUS (Penelitian Khusus) bagi pejabat publik untuk buktikan bersih diri dari unsur PKI. Akibat tanpa LITSUS ini banyak anak keturunan PKI yang masih mengusung ideologi komunis menjadi pejabat publik di daerah dan bahkan di DPR Pusat. Penghentian pemutaran film G30S/PKI di televise nasional. Sebaliknya adanya film yang pro PKI yaitu film Senyap. Terbitnya buku-buku yang membela PKI secara meluas dan dijual bebas. Maraknya pembelaan terhadap PKI di media cetak, elektronik dan medsos yang demonstratif dan provokatif.

Munculnya Ormas, LSM dan Orsospol yang berhaluan PKI seperti PRD, PEPERNAS, PAKORBA dan YKPP 65/66. Adanya pagelaran seni, seminar, dialog, symposium dan temu kangen untuk membela PKI. Posisi Komnas HAM dan LSM liberal membela mati-matian PKI atas nama HAM.

Usulan penghapusan kolom agama pada KTP, sehingga anggota PKI ada kesempatan untuk tidak mengisi agama pada KTPnya. Adanya desakan dan tekanan kepada Presiden Gus Dur, Megawati, SBY dan Jokowi agar minta maaf pada PKI, Alhamdulillah semua Presiden ini tidak mau minta maaf pada PKI.

BACA JUGA :  Kecap Manis Ternyata Mengandung Natrium, Benarkah Bisa Memicu Tekanan Darah Tinggi?

Semakin mesranya hubungan pemerintah RI dengan pemerintah China dalam berbagai bidang. Diantaranya dibangun dan diresmikannya Monumen Laskar China di TMII oleh Mendagri Cahyo Kumolo. Sepanjang sejarah perjuangan kemerdekaan RI tidak ada laskar China, kecuali Poh An Tui yang tercatat sebagai pengkianat.Partai penguasa di Indonesia bekerjasama dengan Partai Komunis China secara terbuka. Anjuran Presiden untuk menggunakan mata uang China Yuan dalam perdagangan internasional.

Munculnya jargon-jargon PKI seperti revolusi mental, sama rata sama rasa, masyarakat tanpa kelas. Muncul lambing PKI palu arit di kaos, medsos dan tempat umum serta munculnya tokoh-tokoh PKI di HUT RI dan baliho Bandara Soekarno-Hatta.

Pengguliran RUU KKR (Komisi Kebenaran Rekonsiliasi) untuk mencari pembenaran PKI. Simposium tentang PKI pada tahun 2016 yang menempatkan PKI sebagai korban. Usulan pencarian dan penggalian kuburan massal anggota PKI dengan mengabaikan pembantaian yang dilakukan PKI. Sejumlah tokoh pendukung PKI menggalang dukungan untuk mengelar pengadilan internasional mendukung PKI.

Jadi bukti-bukti ini terlalu kuat, memang PKI akan bangkit lagi di Indonesia bahkan di dunia. Peristiwa G30S/PKI (Gerakan 30 September 1965 Partai Komunis Indonesia) adalah sejarah teramat kelam bagi bangsa Indonesia. Sebagai bangsa yang beradab dan beragama kita semua harus memaafkan PKI, tapi kita tidak boleh melupakan kekejaman yang pernah PKI lakukan. Kata Bung Karno Jas Merah (jangan melupakan sejarah).

BACA JUGA :  Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Indocement Tanam Pohon Endemi Lokal di Citeureup

Jadi cara gampang untuk gebuk PKI adalah amalkan Sila pertama dari Pancasila yaitu Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam hidup sehari-hari. Jika kita semua mengamalkan Sila pertama ini, maka Masjid akan penuh di setiap shalat wajib lima kali sehari, bukan penuh pada shalat jum’at saja serta dua hari raya, Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha

Pengajian, tabligh akbar, majelis ilmu, majelis dzikir, majelis sholawat, kajian Islam juga penuh dan meriah di seluruh negeri. Para pemimpin dekat dengan Ulama, bukan malah mengkriminalisasi Ulama seperti sekarang ini. Dengan kondisi seperti ini, otomatis PKI dengan paham komunisnya tidak laku dan akan hilang dengan sendirinya. Jayalah Indonesiaku. (*)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================