
Ia bertutur, pohon meranti dan kedoya dinilai paling efektif melakukan penyerapan karbon sehingga membantu mengurangi resiko pemanasan global. Selain itu, kawasan Ahmad Yani dan Dadali merupakan kawasan yang diprioritaskan bagi tanaman jenis kenari. Selain berfungsi sebagai serapan karbon, jenis bibit yang dipilih juga berfungsi untuk mengembalikan habitat burung yang hidup di sekitar kawasan Taman Heulang.
Bagi kesehatan, CO2 dapat memberikan dampak jangka pendek secara langsung antara lain memicu gangguan pernapasan serta meningkatkan risiko kanker. Sementara dalam jangka panjang, perubahan iklim yang ditimbulkannya akan memunculkan banyak penyakit baru. “Jika kita tahu berbagai dampak akibat peningkatan kadar karbon dioksida, kita seharusnya melakukan aksi demi kondisi lingkungan yang lebih baik di masa mendatang,†tegasnya.
Kegiatan dibuka oleh Dr. Ir. Cahyo Wibowo, M.Sc.F.Trop dari Departemen Silvikultur yang sekaligus membuka acara Aksi Lingkungan secara simbolik. Sebelum melakukan penanaman, peserta juga dibekali materi mengenai karbon, pentingnya hutan kota sebagai serapan karbon, dan teknik penanaman bibit yang tepat.
Sekitar 83 orang hadir dalam acara Aksi Lingkungan ini, yang terdiri dari 60 mahasiswa IPB dan di luar IPB, 3 orang dosen dan staff, 10 orang volunteer dari Yayasan Indonesi Hijau dan sekitar 10 orang perwakilan Pemerintah Kota Bogor dan Dinas Pertamanan yang turut membantu terlaksananya kegiatan Aksi Lingkungan.
Humas Aksi Lingkungan The 10th TGC In Action 2017, Eka Khaula Rizqia mengungkapkan kegiatan ini juga dilengkapi dengan berbagai bentuk kegiatan lainnya berupa Lomba Tingkat Nasional yaitu Lomba Debat, Essai, Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan Fotografi. “Pada dasarnya kegiatan Aksi Lingkungan melalui penanaman pohon dan pembagian bibit ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya peran hutan kota sebagai serapan karbon dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dengan menanam pohon,†ungkap Eka.
Sementara, Shinta Fatmala yang juga Humas dalam kegiatan tersebut berharap agar peran aktif masyarakat setelah kegiatan ini berlangsung terus berjalan sebagai kesadaran bersama pentingnya menjaga lingkungan. “Kita masih dapat memperlambat terjadinya pemanasan global dan perubahan iklim dengan cara yang sederhana seperti memulai menanam pohon,†tegasnya. (Rifky Setiadi)

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















