
Herman Husin menceritakan juga bahwa nama Metronom Musik berasal dari nama toko alat musiknya di Lembang – Jawa Barat, yang didirikannya tahun 2010. Merekahi setahun perkembangannya, aktivitas ini juga mulai membina talent; Mr. Band, dan Jenglot. Di tahun 2016, mengorbitkan solois Derizka.
Meneruskan nadi sebagai pemain musik drum, Herman Husin membentuk Ilusi Band dengan beberapa talent, dan pada tahun 2017 lalu telah merilis single; Lupakan, dan Rayuan Maut.
Ide mendirikan Metronom Musik ini adalah hasil pertemuan Herman Husin dengan Angga Satria di pengujung tahun 2017 lalu. Platform musik penjualan lagu online ini, aplikasinya akan bisa diunduh melalui gadget maupun PC.

Untuk merealisasikannya, bersama para rocker Indonesia, Ruddy U’CAMP, Iram U’CAMP, Mel Shandy, dan Angga Satria tahap awal Herman Husin mendirikan Persaudaraan Seniman Perajut Bangsa (PSPB). Cikal berdirinya grup musik Maharya, untuk melahirkan lagu-lagu bertema kebangsaan. Seperti lagu Indonesia Raja, yang saat ini sudah mulai dipromosikan pada masa pra launching Metronom Musik.
Dari pertemuan-pertemuan, merekapun menghimpun meriang yang melanda para kreator musik Indonesia saat ini, dan menetapkan obat yang tepat, dengan melahirkan konsep berbeda pada Metronom Musik.
Metronom Musik, aplikasi musik yang mengusung tagline ‘Publishing and Talent Promotion’ ini memogramkan promosi lagu di stasiun radio seluruh Indonesia, Stasiun TV lokal, media online, dan panggung live.
Semoga saja ide kreatif dari para rocker Indonesia ini menjadi solusi yang tepat untuk memberi kesejahteraan bagi para kreator musik di Tanahair, demi mendukung produktivitas mereka berkarya, agar kejayaan musik Indonesia tidak hanya jadi tuan rumah di negeri sendiri, tapi juga di kehidupan mereka sendiri. (Muhammad Fadhli)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















