
Dari segi usia, PKBM tidak membatasi, usia berapapun bisa mengikuti program belajar PKBM dengan paket kesetaraan yang diinginkan. “Peserta warga belajar PKBM tentunya banyak juga dengan usia muda, tentu saja mereka masih punya kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan tersebut,” terang Usep.
Usep yang merupakan ketua yayasan Cendikia Muslim mengatakan, sebanyak 850 warga belajar dari PKBM Handayani 2, yang tersebar di empat desa wilayah Kecamatan Nanggung yaitu, Desa Kalongliud, Curugbitung, Bantarkaret, Cisarua dan Desa Malasari. “Mereka sebagai warga belajar yang mengikuti program kejar paket A, B maupun C,†kata Usep.
Sebagian dari lulusan PKBM melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, sebagian lainnya untuk urusan pekerjaan. “Meningkatnya animo masyarakat untuk mengenyam pendidikan untuk mendapatkan status kelulusan mulai terus meningkat sejak awal PKBM Handayani 2 didirikan,” tuturnya.
Inilah yang kemudian mengubah cara berpikir masyarakat Nanggung, terutama bagi masyarakat yang berada di pelosok pedesaan seperti warga Kampung Ciguha yang terletak di Desa Bantarkaret.
Menurut Usep, mereka harus memiliki pendidikan yang memadai untuk bisa membangun desanya. “Saya berterimakasih kepada pemerintah maupun pihak PT. Antam Pongkor yang telah mendukung sehingga kegiatan PKBM kedepannya akan lebih baik,” tandasnya. (Iman R Hakim)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















