Bahagia Itu Sederhana

Kebanyakan wanita bukan hanya menanggung beban harian, tapi juga perasaan pribadi dan pasangannya untuk mencapai segala hal. Wanita seringkali melakukan “pekerjaan” tak terlihat untuk keluarganya. Terus-menerus melakukan pengorbanan ini bisa berdampak besar bagi kestabilan emosinya. Ajaklah istri berdiskusi untuk mengetahui apa yang ia rasakan dan inginkan dan cari solusi bersama.

  1. Utamakan emosi positif

Pada awal pernikahan, emosi positif mengalir dengan teratur. Kegembiraan, kebahagiaan dan semangat akan selalu memenuhi hari. Seiring dengan bertambahnya usia pernikahan, emosi positif itu mulai memudar. “Emosi postif tidak selalu terjadi dengan tingkat dan frekuensi yang sama ketika masih berada dalam tahap jatuh cinta,” kata psikolog Suzann Pileggi. Lakukan kegiatan atau tindakan yang dapat menjaga emosi positif mengalir dalam pernikahan.

  1. Ungkapkan apresiasi sesering mungkin
BACA JUGA :  Fenomena Alam dalam Al-Qur'an dan Keterkaitannya dengan Sains Modern

Menurut Jonathan Robinson, terapis pasangan, aspek penting dalam sebuah hubungan adalah saling mengerti dan menghargai satu sama lain. Misalnya dengan memberitahu pasangan kita bahwa kita menghargainya, baik lewat ucapan langsung atau teks.

  1. Kontrol emosi

Dalam suatu hubungan, kita akan mudah memberi reaksi berlebihan ketika mendapat kritik atau pertanyaan. Padahal, yang kita butuhkan adalah sedikit waktu untuk memahami maksudnya. Saat pasangan memberi pertanyaan, jangan langsung bersikap defensif. Dengarkan atau mencerna pertanyaannya.

  1. Mengalah Ketika berdebat dengan pasangan

Cobalah untuk tidak selalu menyalahkannya. Sebagai gantinya, coba untuk intropeksi diri. “Ketika pasangan merasa disalahkan, justru dia tak akan mendengarkan apa yang kita katakan,” kata Robinson. Jadi, ketika berdebat, hindari menggunakan kata-kata yang seolah menyalahkan pasangan. Tujuan dari “perdebatan” bukan mencari siapa yang menang atau kalah.

  1. Ucapkan terimakasih dengan cara spesifik
BACA JUGA :  Cara Menghadapi Bos Toksik Tanpa Harus Resign di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Hanya mengucapkan ‘terimakasih’ pada pasangan tidak akan cukup. Jadi, ucapkan dengan spesifik. Misalnya, jika pasangan kita memberi hadiah, ucapkan rasa terimaksih dengan kalimat, seperti ‘Kamu benar-benar tahu apa yang aku butuhkan’. Kalimat semacam itu akan membuatnya merasa lebih dihargai daripada sekedar ucapan ‘terimakasih’. Menurutnya, cara ini menandakan kita fokus pada pasangan dan apa yang telah dilakukannya, bukan hanya pada hadiah atau manfaatnya bagi kita.

  1. Jangan sungkan merayu

Pernikahan paling membahagiakan akan terjadi ketika pasangan saling mengingatkan jika mereka dicintai, dihargai dan berbahagia. Jadi, merayu atau menggoda pasangan adalah keterampilan penting yang harus dimiliki agar pernikahan langgeng. (Net)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================