CIBINONG TODAY – Perlahan namun pasti, itulah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam meraih prestasi dibidang olahraga. Kabupaten Bogor sedang meniti anak tangga untuk menjadi juara umum dalam Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat 2018. Terakhir kali Bumi Tegar Beriman merengkuh juara terjadi 12 tahun lalu, saat porda masih bernama Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar 2006.
Saat itu, di Kabupaten Karawang, Kontingen Kabupaten Bogor mengantongi 107 medali emas, 76 perak dan 89 perunggu. Unggul tipis dari Kontingen Kota Bandung dengan raihan 100 emas, 72 perak dan 114 perunggu.
Kali ini, sebagai tuan rumah Porda Jabar ke-XII 2018, capaian prestisius itu ingin diulang. Tidak tanggung-tanggung, dari 876 medali yang diperebutkan, Bupati Nurhayanti menargetkan 217 medali emas diraih kontingen tuan rumah. Jumlah itu dianggap sudah bisa mengantar Bumi Tegar Beriman berjaya di rumah sendiri.
Target itu pun kemudian menjadi tema diskusi publik yang digelar Kelompok Kerja Wartawan (Pokwan) bersama Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, dengan tema ‘Porda 2018 Prestasi Atau Sensasi di lobi Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Kamis (27/9).
Menghadirkan Ketua Harian PB Porda Rustandi, Ketua Kontingen Kabupaten Bogor Didi Kurnia, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Yusuf Sadeli hingga perwakilan dari cabang-cabang olahraga se-Kabupaten Bogor. Mulai dari persiapan penyelenggaraan, pemantapan kondisi atlet hingga promosi ajang empat tahun dibahas dalam diskusi ini.
Menurut Ketua Harian PB Porda Rustandi, tema diskusi ini sudah tepat menggambarkan perjalanan Bumi Tegar Beriman untuk meraih prestasi. Pasalnya, sensasi yang dibuat yakni, dengan mencoba sukses dalam segala aspek, termaktum dalam panca sukses.
Sementara prestasi, sudah tida bisa ditawar lagi. Karena, Kabupaten Bogor dengam sumber daya manusia yang sangat besar bisa memunculkan atlet-atlet jempolan dengan kualitas tinggi. Belum lagi status sebagai tuan rumah menjadi motivasi lebih bagi atlet dan penyelenggara.
Dengan infrastruktur yang jauh lebih baik, harapan itu bukan tidak mungkin diraih. Bukan hanya prestasi yang dikejar, tapi juga sukses secara ekonomi, sukses penyelenggaraan, sukses administrasi dan sukses budaya.
“Tinggal 7 hari lagi jelang upacara pembukaan. Keinginan kami, ini adalah pesta rakyat dan harus bisa disaksikan oleh seluruh komponen masyarakat,” kata Rustandi.

Dia pun memastikan, karena memasang target sukses secara administrasi, pemkab sebagai tuan rumah enggan gegabah dalam menggunakan anggaran. “Kami sudah banyak lakukan penghematan di berbagai bidang agar kami sukses secara adminitrasi dan kendala-kendala pasti ada tapi kami pastikan semua bisa tertangani. Kalau tidak juara umum, maka harus juara satu,” tegasnya.
Rustandi memaparkan, tahapan kesiapan dan persiapan final penyelenggaraan Porda XIII Jawa Barat, meliputi kesiapan atlet dan official, tempat venue dan jadwal pertandingan, dukungan tenaga kesehatan, cabang olahraga, petugas kesehatan sampai jumlah medali yang diperebutkan.
“Untuk kesiapan atlet dan ofisial peserta pora yang sudah melalui proses verifikasi keabsahan dan delegation registration meeting (DRM) sebanyak 9.260 orang, dengan jumlah total atlet yang absah 8.517 orang,” katanya.
Porda XIII Jawa Barat 2018 mempertandingkan 60 cabang olahraga dengan 876 nomer dan memperebutkan 876 medali. Untuk kesiapan venue dan jadwal pertandingan, Pemerintah Kabupaten Bogor telah bekerjasama, berkoordinasi dan bersinergi dengan enam pemerintah kabupaten kota lainnya di Provinsi Jawa Barat, yakni Pemerintah Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Karawang, Kota Cimahi, Kota Bandung dan Kabupaten Pangandaran.
“Kita siapkan tenaga kesehatan 545 orang, meliputi dokter umum sebanyak 121 orang, perawat 242 orang, pengendara mobil dan ambulas 102 orang serta tenaga relawan 80 orang. Dokter spesialis juga telah disiapkan di setiap rumah sakit di Kabupaten Bogor dan sekitarnya,” jelasnya.
Kontingen Kabupaten Bogor sendiri berjumlah 1.379 orang, terdiri dari 919 alet, 120 pelatih, 125 asisten pelatih dan 215 ofisial. Ketua Kontingen Didi Kurnia memastikan atlet telah siap mengarungi Porda 2018.
“Sudah dua kali dilakukan tes parameter, meliputi tes kesehatan dan psikotes. Acuan kami bukan status atlet nasional atau kelas dunia. Tapi, bagaimana mental mereka dalam mengharumkan nama daerah di rumah sendiri,” tegasnya.
Dia berharap kepada seluruh cabang olahraga untuk memanfaatkan waktu yang tersisa dan senantiasa melakukan koordinasi dan konsultasi kepada pimpinan kontingen dalam hal pendampingan, baik strength conditioning, psikologi maupun kesehatan untuk meningkatkan performa atlet.
“Insha Allah, Ibu Bupati juga sudah menjanjikan kepada para atlet yang mendapatkan medali emas dapat akan diberikan kadedeuh sebesar Rp100 juta,” katanya.
Salah satu kendala yang dihadapi yakni, venue untuk panjat tebing yang belum rampung 100 persen. Kepala Dispora Kabupaten Bogor Yusuf Sadeli menjelaskan, pengiriman komponen lintasan panjat tebing dari luar negeri terhambat karena cuaca buruk.
“Itu diimpor dari Cina. Nah disana ada badai jadi mengganggu penerangan. Tapi, besok sudah sampai. Pemasangan paling dua hari, jadi akhir September ini bisa rampung,” katanya.
Dia mengungkapkan persiapan Porda 2018 sudah dilakukan sejak 2014 lalu. Membangun venue-venue menjadi pekerjaan khusus. “Sudah lama dipersiapkan. Tinggal promosi yang perlu kita gencarkan kembali,” katanya. (Iman R Hakim)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















