
Tidak itu saja, fokus Pemkot Bogor terhadap pemberdayaan UMKM juga ditunjukan dengan menggelar berbagai pelatihan. “Sesuai arahan Pak Walikota, pelatihan harus bersifat kekinian dan melihat peluang yang ada di pasar. Jadi harus dikemas secara milenial, network, jingle iklan, desain kemasan, fotografi, bahasa Inggris. Kita menuju ke era milenial. Bahkan, kami juga rutin melakukan pelatihan ekspor agar UMKM Kota Bogor siap menghadapi perdagangan bebas,” terangnya.
Sementara itu, Walikota Bogor Bima Arya menyebut, pihaknya terus berupaya untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor informal utamanya UMKM. “Karena kami melihat potensi UMKM di Bogor ini sangat besar sekali memerlukan penanganan yang terkoordinasi dengan semua stakeholder. Jadi kami membangun kemitraan dengan berbagai pihak, seperti kamus, perusahaan, perbankan untuk mendorong UMKM ini naik kelas,” ungkap Bima.
Ia menambahkan, memprioritaskan UMKM ini bukan hanya sekadar untuk menambah PAD, tetapi juga meningkatkan jumlah penyerapan tenaga kerja. “Jadi ada efek ganda yang diraih di situ. Kami juga mengucapkan terimakasih atas kerja keras Dinas UMKM, Kota Bogor mendapatkan penghargaan Natamukti Nindya 2018 dari Kementerian Koperasi dan UKM,” pungkasnya. (Putri)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















