
Soal sumber api, Suhudi mengaku heran. Karena di ruang Dekan FKIP, sudah sebulan lebih ini tak dihuni dan dalam keadaan kosong. Selain itu, di ruangan yang menjadi sumber munculnya api itu tak ada benda-benda yang mudah terbakar. “Di situ (ruang Dekan) tidak ada apa-apanya. Komputer juga tidak ada. Tapi kok ada api dari situ,” ujarnya bertanya-tanya.
Kebakaran kampus Undar tak hanya menghanguskan tempat perkuliahan saja, tapi juga menimpa sejumlah ruang rektorat dan sekretariat. Petugas dari Polda Jatim hari ini diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menentukan penyebab kebarakan.
Banyak kalangan mendesak agar polisi mengusut tuntas kasus ini. Muncul pula spekulasi adanya unsur kesengajaan menyusul puluhan tahun ini kampus Undar didera konflik dualisme kepemimpinan. Diketahui, dua kubu terlibat saling klaim sebagai pihak yang sah memimpin Undar, sehingga ada dua rektor. Dualisme kepemimpinan di Undar mengakibatkan kampus legendaris itu semakin sepi peminat. (Net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















