
Sementara, lanjutnya, konsep tuhan dalam Islam sebagai bangunan sentral dalam pemikiran Islam sehingga sains meyakinkan seseorang pada kebenaran hakiki, yaitu adanya Tuhan yang Maha Esa sebagai reason dari setiap perkara.
“Sains yang terislamisasi dapat dipahami secara utuh dan memperbaiki kerusakan-kerusakan dunia yang diakibatkan oleh barat sebagaimana saya kutip dari Syed Naquib Al-Attas,†pungkasnya.
Sebagai informasi, Kuliah ISK dilaksanakan dua jam sekali dan sebanyak delapan bulan dengan satu pertemuan setiap bulannya, serta satu ujian pada pertemuan terakhir di bulan Desember. Tujuannya adalah menebarluaskan Islamic Worldview sebagai kerangka berpikir utuh bagi setiap muslim.
Sehingga misi islamisasi sains dapat terealisasikan dalam konsep kehidupan, baik di bidang pendidikan, ekonomi, sosial-politik, dan lainnya. Pertemuan yang dihadiri sekitar 40 orang ini merupakan pertemuan pertama dari batch satu. Pendaftaran untuk batch berikutnya masih dibuka karena cukup banyaknya peminat. Peserta kuliah ISK pun terdiri dari kebanyakan para magister, diikuti para sarjana satu, hingga doktor. (Faris / PPL)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















