
“Kebun kopi kita luasnya mencapai 5.800 hektare dimana 250 hektarenya adalah kebun kopi Arabika. Kedepan Pemerintah Kabupaten Bogor tidak hanya mengadakan Adu Ninyuh Kopi tingkat Bogor Raya tapi juga akan mengadakan festival kopi yang tingkatnya nasional bahkan internasional,” tutur Iwan.
Tanaman kopi harus berfungsi didua sisi yaitu, sebagai pendorong pendapatan ekonomi masyarakat dan juga objek wisata, karena Pemkab Bogor memiliki akan buat paket wisata petualangan memetik kopi langsung dari kebunnya yang berada di pegunungan.
“Majunya kopi Bogor harus dibarengi dengan meningkatnya pendapatan petani kopi, lalu anak-anak muda akan dorong berusaha menjadi pengusaha kedai kopi dan yang terakhir kita akan buat paket wisata adventure memetik kopi di kebunnya yang berada di atas gunung baik di wilayah Sukamakmur, Babakan Madang, Cisarua maupun kecamatan lainnya yang berada di kaki Gunung Salak Endah,” terangnya.
Menurut Iwan, Kopi Bogor bisa diekspor ke benua lainnya dan bersaing dengan kopi Vietnam. “Kopi Bogor harus ditingkatkan kualitas dan produksinya hingga membantu meningkatkan jumlah ekspor kopi Indonesia dan bisa bersaing dengan kopi Vietnam,” jelasnya.
Sebagai Informasi, Kopi Bogor sudah 3 tahun berturut-turut menjadi juara ditingkat nasional dan internasional. Permintaan eksport kopi Bogor jauh meningkat dimana ada permintaan ekspor dari Belanda agar bisa mengespor kopi sebanyak 200 ton. (Iman R Hakim)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















