Wabup Iwan Minta Puskesmas Sukaraja 

CIBINONG TODAY – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor melakukan rapat koordinasi strategis yang bertujuan mengetahui serapan anggaran dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, yang dihadiri Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, pada Senin (29/4/2019)

Menurut wakil bupati, Dinas Kesehatan dan 4 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bogor anggarannya cukup besar karena cukup besar, kami ingin memastikan belanja yang digunakan dapat dirasakan oleh masyarakat karena selama ini alat kesehatan (Alkes)  dan fisik bangunan selalu menjadikan sorotan.

Wabup pun menyimpulkan bahwa serapan anggarannya hingga triwulan pertama tahun 2019 berjalan dengan baik.

“Walaupun ada moment Pemilihan Presiden maupun legislatif maupun masa transisi pemerintahan daerah, ternyata serapan anggaran Dinkes maupun 4 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) sudah berada di angka 20-25 persen hingga saya nyatakan baik,” ujarnya.

BACA JUGA :  Resep Bolu Gula Merah Kukus Tanpa Telur, Lembut, Manis, dan Mekar Sempurna

Pencapaian serapan anggaran yang baik juga diikuti dengan pendapatan dari pelayanan RSUD yang mencapai 40 persen.

“Pendapatan dari pelayanan 4 RSUD sudah mencapai 40 persen dari target  yang diberikan dan ini pencapaian yang lebih baik dari kinerja Dinkes pada tahun 2018 lalu,” terangnya.

Iwan meminta pemindahan bangunan Puskesmas Sukaraja dari lokasi sebelumnya ke lokasi yang baru harus dikordinasikan dengan Dinas PUPR Kabupaten Bogor.

“Lokasi Puskemesmas Sukaraja masih di Desa Cijujung namun karena harus menyebrang Kali Baru maka saya minta agar berkordinasi dengan PUPR untuk selanjutnya dibangun jembatan barrier agar ketika banguan puskesmas jadi masyarakat lebih nyaman dalam pelayanannya,” pinta Iwan.

BACA JUGA :  4 Cara Simpel Membersihkan Minyak Goreng Bekas agar Tetap Jernih dan Aman Dipakai Lagi

Sementara itu, Kepala Dinkes Tri Wahyu Harini menjelaskan, bahwa sesuai perintah Wakil Bupati Iwan Setiawan maka jajarannya dalam waktu dekat akan langsung berkordinasi dengan Dinas PUPR

“PT Galinea yang menghibahkan lahannya seluas 3.000 meter sebenarnya siap membangun jembatannya namun belum mendapatkan izin, agar tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat kami akan bangun jembatan barrier terlebih dahulu,” jelas Tri. (Asep B)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================