Demi Keluarga, Ibu Berusia 48 Tahun Rela Berjualan Cilok

CIBINONG TODAY¬Sudah empat tahun Ibu Ani Maryani (48), menggantungkan hidupnya dari berjualan Cilok Kuah, yang bertempat di depan Perumahan Graha Kartika, Desa Bojong Baru, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Ani sapaan akrabnya itu memiliki dua anak laki-laki dan satu perempuan. Sebelumnya, dirinya tinggal di Yogyakarta sejak 2002 ia memilih untuk merantau dan tinggal bersama keluarganya di Kampung Pulo, Desa Bojong Baru, Kecamatan Bojonggede.

“Saya sudah 17 tahun tinggal di Bojonggede dari tahun 2002,” ujarnya, (21/06/2019).

BACA JUGA :  Timnas Indonesia U-19 Hadapi Timor Leste Malam Ini, Garuda Muda Incar Tiket Semifinal AFF U-19 2026

Ia menjelaskan, dalam satu hari dirinya bisa memproduksi Cilok Kuah kurang lebih 100 butir. Harga satuannya Rp 1000.

Dirinya juga pernah mencoba, untuk mengambil Cilok Kuah yang sudah jadi dari pabrik. Akan tetapi, cita rasanya berbeda dengan produksi yang dibuatnya.

“Karena gak cocok rasanya sama yang saya mau, kan kalau saya yang bikin Ciloknya sendiri saya bisa tau takarannya, bisa sesuai sama apa yang saya mau. Jadi, rasanya alhamdulillah enak,” kata wanita yang berbadan kecil dan berkerudung tersebut.

BACA JUGA :  Pembebasan Lahan Jalan Rancabungur-Leuwiliang Butuh Anggaran Rp50 Miliar

Ia menambahkan, walaupun penghasilannya tidak terlalu besar dalam satu hari, dirinya tetap berjualan untuk menutupi kehidupannya sehari-hari.

“Alhamdulillah, saya selalu bersyukur demi kebutuhan keluarga, apalagi untuk anak saya yang masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP),” tukasnya. (Amel/PKL)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================