
Sementara, menurut Kepala Pusat Penelitian, Promosi dan Kerjasam BIG, Wiwin Ambarwulan, perbedaan luas lahan bisa terjadi karena sumber data yang digunakan berbeda.
Tidak hanya itu, dia menilai pengertian sawah yang digunakan pun mungkin juga berbeda.
“Walaupun menggunakan citra satelit yang sama, tapi akuisisi pada tahun yang berbeda akan menghasilkan data yang berbeda pula,†kata Wiwin kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Dengan luasan lahan baku sawah Kabupaten Bogor mebcapai 47.938,65 hektar pada tahun 2017, BIG mendata 40.480,51 hektare ditanami padi dan 7.458,14 hektare ditanami selain padi.
Data tersebut diambil dengan citra satelit ter-orthorektifikasi pada 2015 dan foto udara ter-okthorektifikasi pada 2016 yang merupakan data akuisisi terbaru.
“Kemungkinan data BIG berdasarkan data citra satelit terbaru yang dianalisis lebih rendah karena telah banyak lahan sawah yang berubah fungsi atau sudah tidak lagi ditanami padi,†ungkap Wiwin. (Firdaus)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















