
“Jadi sudah sewajarnya kiprah pesawat ini terus di abadikan. Tujuannya, pesawat ini tidak pensiun, tetapi terus memberi pembelajaran kepada generasi muda,” imbuhnya.
Pesawat ini sendiri, datang pada 7 April 1980 dalam bentuk potongan ke Lanud Iswahyudi menggantikan pesawat F 86 yang berakhir masa terbangnya.
Pesawat yang dijuluki sang macan memiliki kecepatan 1,6 x kecepatan cahaya. Bentuknya yang lancip seperti roket mengingatkan kembali pesawat tempur MIG-21F yang dimiliki pada era 1960-an.
Pesawat ini menjadi kekuatan baru skadron 14 dalam menjaga kedaulatan NKRI. Sejak kedatangan di Indonesia sang macan dilibatkan dalam sejumlah operasi. Antara lain Operasi panah di Aceh, Operasi Elang Sakti 21, Operasi Garuda Jaya, Operasi Oscar.
Ketua Yayasan Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Yul Nazarudin berharap, adanya monumen pesawat ini menjadi bahan edukasi dan pendidikan bagi para pengunjung, terutama anak anak. Pesawat ini diharapkan menumbuhkan rasa cinta terhadap kedirgantaraan.
“Taman Lalu Lintas yang berdiri sejak 1958, terus berkomitmen menjadi taman pendidikan lalu lintas, taman lingkungan hidup, dan taman rekreasi dan edukasi bagi masyarakat,” imbuhnya. (net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















