
“Copot Kapolda Sulawesi Tenggara karena terbukti tidak profesional dalam menangani aksi demonstrasi,” tambahnya.
Dikutip dari  CNNIndonesia.com, selain itu, Erma meminta agar Kapolri untuk mengusut dengan tuntas insiden tersebut. Ia menilai kedua mahasiswa itu tak akan meninggal dunia bila polisi hanya menembakkan jenis peluru karet.
Ia menyarankan agar kepolisian tak menggunakan tindakan represif dalam menangani aksi demonstrasi yang dilakukan masyarakat. Hal tersebut bertujuan agar tak menimbulkan korban jiwa yang lebih banyak lagi.
“Siapa aparat yang terlibat. peluru apa yang telah membunuh adik adik mahasiswa?” kata dia. (Net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














