
CIBINONG TODAY – Gerakan aksi demonstrasi dari sejumlah elemen mahasiswa di Indonesia, membuat Kepolisian Resor (Polres) Bogor bersiaga.
Terlihat dua anggota kepolisian berseragam lengkap dengan rompi dan senjata laras panjang serta senjata pelontar gas air mata, berjaga-jaga di depan pintu gerbang Gedung DPRD Kabupaten Bogor.
Saat dihubungi wartawan, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Bogor, AKP Benny Cahyadi menyebut, pengamanan anggotanya di Gedung DPRD merupakan kewajiban pihaknya. Hal tersebut juga dilakukan untuk pengamanan objek vital dalam hal ini Gedung DPRD Kabupaten Bogor.
“Ini protap patroli pengamanan objek vital. Dan ini memang bagian tugas rutin dari kepolisian,” kata Benny, Jumat (27/9/2019).
Sementara, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto nampak terkejut saat ditanyakan menganai hal tersebut. Dia mengaku tidak pernah meminta dilakukan penjagaan di gedung DPRD Kabupaten Bogor. “Ini rumah rakyat, saya nggak minta dijaga,” kata Rudy.
Kendati demikian, dia menilai bahwa penjagaa dilakukan karena kondisi nasional yang dalam seminggu ini sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja.
Namun di Kabupaten Bogor, Politisi Gerindra ini meyakini semua akan tetap dalam suasana yang kondusif.
“Bogor Insha Allah kondusif, pihak Polres sudah bagus penanganannya melakukan pengamanan untuk antisipasi saja,” ungkapnya.
Rudy pun menyampaikan rasa bela sungkawanya kepada para korban meninggal yang gugur saat mengikuti aksi menyampaikan aspirasi.
“Saya turut berduka cita kepada seluruh rekan rekan Pejuang Demokrasi kita,” tandasnya.
Sekedar diketahui, ketatnya penjagaan objek vital salah satunya Gedung DPRD merupakan dampak daripada aksi demonstrasi mahasisa se-Indonesi di Senayan Jakarta pada Selasa lalu.
Dalam aksi tersebut diketahui, kericuhan terjadi dan menyebabkan dua mahasiswa meninggal dunia. Yakni Randy (21) dan Yusuf Kardawi (19) mahasiswa dari Universitas Haluoleo Kendari.
Randy meninggal dunia usai terlibat bentrok antara mahasiswa dengan polisi di gedung DPRD Sulawesi Tenggara. Terdapat luka di dada korban, namun belum dapat dipastikan mengenai penyebab luka.
Di sisi lain, Yusuf Kardawi meninggal dunia setekah mengalami kritis karena kepalanya dihantam oleh aparat. Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi Tenggara, Marsono membenarkan kabar meninggalnya Yusuf pikul 04:05 WITA.
Sementara satu korban lain adalah Bagus Putra Mahendra (15) siswa SMA Al Juhad Tanjung Priuk, Jakarta Utara. Menurut keterangan polisi, Bagus tewas karena kecelakaan lalu lintas ketika mengikuti aksi di depan Gedung DPR RI akibat tertabrak kontainer, Rabu (25/9/2019). Polisi membantah bahwa siswa tersebut tewas saat dikejar aparat. (Firdaus)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















