
Pilpres kali ini merupakan yang keempat dalam sejarah Afghanistan. Awalnya terdapat 18 calon presiden (capres), namun beberapa kandidat mengundurkan diri. Secara umum, pilpres tahun ini menjadi pertempuran sengit antara dua capres unggulan, yakni kandidat incumbent, Presiden Ashraf Ghani dan kepala eksekutif Afghanistan, Abdullah Abdullah.
Kedua tokoh itu juga bertarung sengit dalam pilpres 2014. Bahkan saat itu keduanya sama-sama mengklaim kemenangan. Pilpres 2014 di Afghanistan dinodai oleh kecurangan dan kekerasan yang memicu krisis konstitusional, sehingga memaksa Presiden Amerika Serikat (AS) terdahulu, Barack Obama, untuk mendorong kompromi yang berujung diberikannya peran subordinat kepada Abdullah.
Dikutip dari Detik.com, pemungutan suara dalam pilpres Afghanistan untuk tahun ini akan dimulai pukul 07.00 waktu setempat di sebanyak 5 ribu tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di berbagai wilayah. Otoritas Afghanistan awalnya berencana membuka ratusan TPS lainnya, namun gagal karena risiko keamanan.
Kampanye hari pertama diwarnai aksi kekerasan, saat pasangan capres Ghani menjadi target serangan bom dan serangan bersenjata yang menewaskan 20 orang. Serangan bom yang diklaim oleh Taliban juga mengguncang kampanye Ghani di Parwan, pekan lalu, yang menewaskan 26 orang.
Kementerian Dalam Negeri Afghanistan menyatakan 72 ribu personel militer akan dikerahkan untuk mengamankan TPS-TPS. Pemungutan suara akan diakhiri pada pukul 15.00 waktu setempat. (Carfine/net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















