
“Pada saat itu dari pasukan Siliwangi dari arah barat dipimpin oleh Pak Gatot Subroto menyerang PKI dan kembali menguasai Madiun. Kemudian dari arah Timur divisi 2 dipimpin oleh kolonel Sungkono dan kemudian PKI tepat tanggal 30 September 48 Madiun sudah dikuasai lagi oleh Siliwangi bersama rakyat,” paparnya.
“Di Madiun tidak pernah ada embrio PKI, adanya Madiun menjadi pusat aksinya para TKI,” sambungnya.
Dikutip dari Detik.com, upacara Hari Kesaktian Pancasila diikuti sekitar 500 peserta. Terdiri dari Muspida, Muspika, pelajar, pesilat serta keluarga korban PKI.
Hadir pula Forkopimda Kabupaten Madiun. Di antaranya Kapolres AKBP Ruruh Wicaksono, Dandim 0803 Letnan Kolonel Czi Nur Alam Sucipto dan Kajari Sugeng Sumarsono. Usai upacara, Bupati Madiun dan para peserta upacara melihat-lihat relief kekejaman PKI yang diikuti oleh para pelajar dan pramuka. (Carfine/net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















