Soal Perwakilan Papua di Kabinet, Istana: Jokowi Tak Pikirkan Perbedaan Suku

JAKARTA TODAY – Kurang mencoloknya perwakilan dari Papua di Kabinet Indonesia Maju menjadi perhatian publik. Istana menyebut Presiden Joko Widodo tak lagi memikirkan soal masalah suku ataupun RAS untuk urusan kabinetnya.

“Sekali lagi akan dinyatakan oleh Pak Jokowi mengatakan bahwa tidak lagi kita memikirkan tentang perbedaan, baik suku, agama, ras, dan segala macam,” ujar juru bicara Jokowi, Fadjroel Rachman, di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019).

Kabinet Indonesia Maju disebutnya sebagai wajah Indonesia. Tanpa melihat suku dan ras, kata Fadjroel, mereka adalah putra-putri terbaik Indonesia.

BACA JUGA :  Warga Malasari Antusias Ikut Ngubek Empang di HJB ke-544

“Ini adalah wajah Indonesia, mereka adalah putra putri terbaik Indonesia tanpa harus melihat dari mana asal mereka,” tuturnya.

Untuk diketahui, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia berasal dari Papua. Meski lahir di Maluku, ia menegaskan merupakan keturunan Papua dan pernah tinggal di Bumi Cenderawasih.

“Saya dari Fakfak, Papua Barat. Saya lahir di Maluku, tapi ayah saya dari sana (Fakfak). Dan, masak, sampai hari ini kita masih bicara dikotomi? Kapan negara mau maju?” kata Bahlil.

BACA JUGA :  Kemnaker Catat 23.470 Pekerja Terkena PHK hingga Mei 2026, Lebih Rendah dari Tahun Lalu

Dikutip dari Detik.com, Soal Perwakilan Papua di Kabinet, Istana: Jokowi Tak Pikirkan Perbedaan SukuFadjroel Rahman (Ari Saputra/detikcom)

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi memastikan akan ada putra-putri Papua yang menduduki jabatan menteri di kabinet periode 2019-2024. Hal tersebut ia katakan sebelum dilantik sebagai presiden periode kedua.

“Saya pastikan ada. Saya pastikan ada,” ungkap Jokowi menjawab pertanyaan apakah ada masyarakat Papua yang masuk kabinet, seperti Yohana Yembise, yang menjabat Menteri PPPA 2014-2019, Jumat (11/10). (Carfine/net)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================