Ini Penjelasan Pertamina, Soal Tabung Gas Meledak Saat Lampu Dinyalakan

TODAY – Sebuah unggahan perihal ledakan akibat kebocoran tabung gas LPG tengah ramai dibicarakan publik akhir-akhir ini.

Dalam unggahan seorang pengguna media sosial Facebook @Ifa Lestari bahkan menceritakan adanya korban jiwa akibat kebocoran gas LPG yang dipicu saat menyalakan lampu rumah.

Unggahan tersebut tercatat di Grup Media Informasi Tuban (MIT) pada 29 Oktober 2019 silam.

Dari cerita Ifa, terdapat pasutri yang mencium aroma gas LPG ketika hendak memasuki rumah mereka. Kemudian, sang suami bergegas ke dapur untuk mengecek keadaan.

Karena saat itu malam hari, untuk memudahkan pencarian sumber aroma gas, pikiran bawah sadar mendorongnya untuk menyalakan lampu. Seketika itu juga langsung memicu ledakan di area dapur.

BACA JUGA :  Resep Tomyam Seafood Segar dan Gurih, Cocok untuk Menu Makan Siang

Dalam unggahan tersebut, dikabarkan bahwa suami meninggal dunia dan istri alami luka bakar parah dan sedang dibawa ke perawatan intensif.

Tanggapan Pertamina

Menanggapi kejadian tersebut, External Communication Pertamina, Arya Dwi Paramitha mengungkapkan bahwa listrik menjadi salah satu cara yang berpotensi menimbulkan api ketika ada gas bocor.

“Sesuai prinsip segitiga api, ketika gas bocor dan tidak segera dilakukan penanganan yang tepat, gas akan berkumpul di ruangan dan berakumulasi, gas yang merupakan bahan bakar apabila bertemu dengan sumber panas yaitu semisal listrik berpeluang dan berpotensi menyebabkan timbulnya api,” ujar Arya saat dihubungi Kompas.com baru-baru ini.

BACA JUGA :  ONIC vs Geek Fam Panaskan Final Upper Bracket MPL ID S17, Tiket MSC 2026 Jadi Rebutan

Seperti yang di kutip dari kompas.com, Sementara itu, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fajriyah Usman mengungkapkan bahwa tidak pernah ditemukan tabung elpiji menjadi penyebab ledakan.

“Dari kasus kebakaran atau ledakan dengan dugaan kebocoran tabung gas elpiji, tidak pernah ditemukan penyebabnya tabung elpiji yang meledak baik itu bolong atau pecah,” ujar Fajriyah kepada Kompas.com, Minggu (3/11/2019). (Selvi/PKL/net)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================