Hong Kong Lumpuh, Kerusuhan Menyebar di Distrik Finansial

Polisi telah menangkap 142 orang sejak Selasa lalu. Itu menjadikan lebih dari 4.000 demonstran ditangkap. Otoritas Rumah Sakit Hong Kong menyatakan, 81 orang terluka dan dirawat di rumah sakit sejak Senin lalu. Dua demonstran kini dalam kondisi kritis.

Kerusuhan yang terjadi kemarin setelah polisi menembak seorang demonstran dari jarak dekat pada Senin lalu. Polisi menyatakan, para perusuh semakin panas setelah adanya insiden seorang pria yang dibakar dan kini dalam kondisi kritis.

“Kekerasan oleh perusuh sudah mencapai titik paling berbahaya dan bahkan mematikan,” kata petugas kepolisian Tse Chun-chung dilansir Reuters. Dia mengatakan, beberapa kampus telah digunakan sebagai tempat untuk memproduksi bom Molotov dan basis bagi perusuh dan pelaku kriminal. “Hong Kong merupakan wilayah tanpa hukum,” jelasnya.

BACA JUGA :  Penjaga Warung Madura di Gunung Putri Diduga Ditodong Senpi

Kerusuhan tersebut menyebabkan ribuan warga Hong Kong harus mengantre di stasiun metro karena layanan kereta api dibatalkan dan jalanan ditutup. Beberapa layanan kereta, stasiun, dan bus juga tidak beroperasi karena fasilitas yang mengalami kerusakan.

“Sungguh menyedihkan melihat kota saya menjadi seperti ini. Lihatlah semua orang, bagaimana mereka semua marah,” kata Alexandra, 42, seorang eksekutif perusahaan asuransi. “Semua orang ingin kembali normal,” ujarnya.

Padahal, awal tuntutan para demonstran adalah pembatalan rencana undang-undang ekstradisi. Namun, itu berujung pada beberapa tuntutan lainnya, seperti penyelidikan tindakan polisi, amnesti bagi para demonstran yang ditahan, dan reformasi pemilu termasuk pemilih langsung pemimpin eksekutif.

Ekonomi Hong Kong semakin tertekan dengan adanya perang dagang antara China melawan Amerika Serikat (AS). Produk domestik bruto hanya naik 0,6% pada kuartal kedua. Bloomberg Economics memprediksi Hong Kong akan mengalami resesi jika kerusuhan terus berlanjut.

BACA JUGA :  Waspadai Tanda-Tanda Korsleting Listrik di Rumah, Kenali Gejalanya Sebelum Terjadi Kebakaran

Biro perjalanan wisata dari China semakin menjauhi Hong Kong. Cathay Pacific Airways menyatakan, penjualan tiket mengalami penurunan sejak Juli lalu dan pemesan tiket semakin sepi. Okupansi hotel juga menurun tajam. Kunjungan ke Disneyland Hong Kong juga mengalami penurun tajam.

Sektor ritel Hong Kong yang sangat vital terhadap perekonomian mengalami penurunan sebesar 23% pada Agustus lalu. Itu menjadi momen terburuk. Bisnis skala kecil dan menengah dilaporkan lebih pesimistis pada Juli lalu hingga kini. Mereka hanya bisa bertahan, tidak bisa melakukan ekspansi apa pun. (muti/pkl/net).

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================