
Dua dari sampel yang tersimpan dalam tabung tersebut memiliki kode 73002 dan 73001 kemudian dipindai menggunakan sinar-X untuk mengetahui isi di dalamnya.
Cara ini menurut para ilmuwan dapat mengantisipasi cara penanganan sampel yang tepat. Mengingat bentuk dan tekstur sampel yang seperti butiran halus juga bebatuan kecil.
Dengan alat yang lebih canggih, NASA berharap mendapat wawasan baru terkait sejarah Bulan.
“Penelitian ini akan membantu NASA lebih memahami bagaimana reservoir volatil berkembang, berevolusi, dan berinteraksi di Bulan dan benda-benda planet lainnya,” jelas Charles Shearer, ilmuwan ANGSA.
NASA berambisi untuk menggunakan teknologi barunya untuk memperlajari bulan sebelum pendaratan astronaut di permukaan Bulan pada 2024. Selain itu NASA juga berharap misi Artemis ini bisa menjadi lompatan untuk mengirim astronaut ke Mars pada misi berikutnya. Seperti dikutip oleh CNN Indonesia (Anata/PKL/net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














