CIBINONG TODAY – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin mengklaim jika pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Bogor masih menjadi prioritas pemerintah.
Ia pun membantah anggaran pendidikan berkurang dari tahun sebelumnya. Menurutnya, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2020, itu bukan lah hasil yang final.
“Saya belum bisa ngomong, karena dewan masih membahas itu. Kan dewan bisa mengurangi atau menambahkan nantinya,” kata Burhan.
Sementara dalam informasi RAPBD 2020 yang diterima, anggaran untuk pendidikan yang diajukan Pemkab Bogor hanya sebesar Rp118 miliar untuk keperluan pembangunan sarana dan prasarana sekolah. Padahal ditahun sebelumnya, anggaran tersebut mencapai sekitar Rp250 miliar.
Menyikapi itu, Burhan menampik Pemkab Bogor telah mengurangi jatah anggaran pendidikan.
“Enggak ah, mungkin ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan Dinas Pendidikan. Entah Silpa atau apa, kita kan gak tahu,” kilah Burhan.
Meski begitu ia memastikan jika pendidikan menjadi salah satu pembangunan yang diprioritaskan Pemkab Bogor dalam program kerja Bupati Ade Yasin dan Wakil Bupati, Iwan Setiawan.
“Jadi nanti lihat kontruksi pembahasan APBD nya. Tapi yang jelas penddiikan dan kesehatan itu masih prioritas kita,” jelas Burhan.
Diberitakan sebelumnya, Komite Pemantau Legislatif atau Kopel, menyoroti Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) yang kini tengah dibahas di tataran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Dalam RAPBD Kabupaten Bogor tersebut, Kopel menilai ada pengurangan jatah anggaran untuk pendidikan ditahun 2020. Padahal, pendidikan merupakan kebutuhan yang urgen disamping kesehatan yang harus dipenuhi.
“Di RAPBD saat ini, anggaran pendidikan hanya Rp118 miliar. Padahal tahun sebelumnya, itu mencapai Rp250 an miliar,” cetus Direktur Kopel, Anwar Razak.
Menurut Anwar, pendidikan merupakan perintah konstitusi yang harus di ke depankan. Maka, anggaran yang dibutuhkan pun haruslah menyesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan.
“Sekolah rusak masih banyak. Anak yang belum mampu bersekolah juga masih banyak. Saya kira ini harus diperbaiki,” jelasnya. (Firdaus)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















