JAKARTA TODAY – Ketua DPR Puan Maharani angkat bicara terkait bentrokan aparat dengan masyarakat saat penggusuran rumah warga di RW 11 Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Kamis (12/12/2019).
Puan menyesalkan adanya bentrokan antara masyarakat dengan pihak keamanan saat penertiban lahan itu.
“Tentu saja hal-hal berakhir dengan kerusuhan, tentu saja kami sangat sayangi. Dalam arti kenapa hal yang bisa terjadi secara musyawarah mufakat itu tidak bisa dilakukan, malah justru berakhir dengan kericuhan,” kata Puan, Jumat (13/12/2019).
Ketua DPP PDIP itu menekankan, penertiban lahan dengan penggusuran harusnya bisa dilakukan dengan cara damai. Menurut dia, aparat juga harusnya tak berlaku semena-mena kepada warga. Hal inilah yang harusnya terjadi saat penggusuran Tamansari.
“Jangan sampai setiap penggusuran itu merugikan masyarakat kemudian dilakukan secara semena-mena. Karenanya harus ada pertimbangan-pertimbangan yang mengaitkan apakah ini tidak bisa dilakukan secara musyawarah atau ini memang terjadi hal-hal provokasi dan lain-lain,” tutur Puan.
Lebih jauh, Puan berjanji bakal menelusuri penyebab bentrokan di Tamansari tersebut.
“Jadi nanti saya akan lihat lagi sebenarnya permasalahannya yang ada di situ apa,” tandasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa juga menyesalkan tindakan aparat dalam penggusuran lahan di Tamansari, Bandung. Dia juga meminta Kapolri Idham Aziz mencopot Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi.
“Kalau menurut saya, Kapolri harus copot Kapolda Jawa Barat. Ini kan yang dipertontonkan wajah brutalisme dan sadis gitu loh,” kata Desmond, Jumat (13/12/2019).
Dalam video yang beredar di sosial media, tampak Polisi memukul secara beramai ramai beberapa warga Tamansari. Polisi pun kini tengah menyelidiki kasus pemukulan itu. (net)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















