Lumpuhkan Ekonomi Warga, Banjir Samarinda

“Butuh biaya, waktu dan tenaga untuk biaya pemulihan ini,” ucap Bernaulus.

Semua akibat pengupasan lahan dan minimnya ruang terbuka hijau sehingga tidak sanggup menyerap curah hujan tinggi.

Sehubungan itu, Bernaulus menyarankan, pemetaan masalah penyebab banjir di wilayah Samarinda. Menurutnya, penanganan banjir harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Sehingga Samarinda dapat menarik investasi dan pusat jasa,” ujarnya.

Pemkot Samarinda belum memberikan tanggapan tentang masalah kotanya. Sekretaris Kota, Sugeng Chairuddin belum menanggapi pertanyaan media massa.

BACA JUGA :  Puncak HJB ke-544, Rudy Susmanto Ajak Masyarakat Bersatu Bangun Bogor untuk Indonesia

Sebelumnya, mereka sudah merilis data 11 kelurahan serta 36 ribu jiwa menjadi korban banjir kali ini. Kelurahan yang masih tergenang air yakni Sempaja Timur, Sempaja Selatan, Sidodadi, Lok Bahu, Gunung Lingai, Sempaja Utara, Pelita, Termindung Permai, Bukit Pinang, Sungai Pinang Dalam, Lempake.

Para dermawan memberikan bantuan makanan dan perlengkapan lain pada satuan tugas (satgas) tanggap bencana. Posko-posko dibangun baik dari swadaya masyarakat dan relawan yang terkoordinasi di posko induk Jalan DI Panjaitan Samarinda. Tak hanya makan, obat-obatan untuk warga yang terserang penyakit diare, gatal-gatal pada kulit, dan demam turut diberikan. Seperti yang dikutip Liputan6.Com. (Viana/Pkl/Net)

BACA JUGA :  Mengenal Beragam Jenis Garam: Mana yang Paling Baik untuk Kesehatan?

 

 

 

 

 

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================