Makin Banyak Orang Indonesia Resisten Bakteri, 2019

Untuk mencegah bahaya akibat resisten antimikroba, Hari mengatakan pada tahun 2020 para dokter di Tanah Air akan diawasi oleh tim khusus yang ada pada setiap  rumah sakit untuk mencegah kekeliruan dalam memberikan antibiotik.

“Tahun depan mudah-mudahan bisa diterapkan karena pedomannya sudah disusun, beberapa rumah sakit sudah menjadi pilot project dan sedang berjalan,” kata dia di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan para dokter di Indonesia harus terus diberikan pembekalan karena masih banyak kurang tepat dalam memberikan antibiotik kepada pasien.

BACA JUGA :  Dedie Rachim: Gedung Baru MTsN 1 Kota Bogor Bakal Dongkrak Daya Tampung dan Minat Siswa

Kesalahan dalam pemberian antibiotik ini juga disebabkan ketidaktahuan para dokter. Tetapi faktor yang terbesar adalah tidak adanya sarana dianogstik laboratorium atau layanan mikrobiologi.

“Jadi misalnya kita infeksi paru-paru penyebabnya banyak, bisa bakteri A, B, atau C. Tiap bakteri punya antibiotik tersendiri pula,” katanya.

Namun, praktik yang sering terjadi selama ini yaitu para tenaga medis banyak salah atau keliru dalam memberikan antibiotik. Dengan kata lain tidak sesuai dengan bakteri yang ada dalam tubuh pasien sehingga resisten terhadap antibiotik.

BACA JUGA :  Job Fair HJB ke-544 Pemkot Bogor Resmi Dibuka, Sasar Lulusan SMA hingga Sarjana

Melihat kondisi tersebut, KPRA memiliki sejumlah rekomendasi di antaranya perlu meningkatkan pemahaman dan pengetahuan melalui penyuluhan ke masyarakat maupun dokter melalui penyuluhan. Di kutip oleh CNN Indonesia (Anata/PKL/net)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================