Soal Banjir Bandang Lebak, Jokowi Minta Tambang Emas Ilegal di Gunung Halimun Salak Dihentikan

Berdasarkan laporan yang diterimanya, Jokowi menyebut 30 jembatan penting yang menghubungkan antardesa perlu segera diselesaikan pembangunannya.

“Tadi saya sudah perintah ke menteri PU agar dalam 3-4 bulan itu semuanya sudah bisa diselesaikan,” ucap dia.

Selain itu, tercatat 19 sekolah mengalami kerusakan. Terkait hal tersebut, Presiden memerintahkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian PUPR untuk menyelesaikan.

“Rumah yang rusak dilaporkan oleh Bu Bupati tadi ada 1.410. Nanti akan kita data di lapangan secara lengkap, apakah memungkinkan untuk direlokasi, karena memang kalau melihat banjirnya besar seperti ini harus direlokasi,” ujar Jokowi.

BACA JUGA :  Bahaya Telur Lalat pada Makanan dan Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut banjir bandang di Lebak, Banten, disebabkan oleh adanya aktivitas tambang di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Lubang-lubang tambang yang ditinggalkan, longsor. Longsoran material tersebut menyebabkan banjir bandang saat air sungai Ciberang meluap.

BACA JUGA :  Pos Koramil Megamendung Resmi Berdiri, Jaro Ade: Jaga Sinergi Demi Bogor Aman

“Laporan dari Polda Banten, penyebab utama selain hujan lebat di hulu sungai TNGHS, adalah sejumlah lubang yang ditinggalkan ambrol, longsor dan membawa bantuan lumpur, inilah yang menyapu sepanjang daerah Sungai Ciberang,” kata Kepala BNPB Doni Munardo, Sabtu (4/1/2020). (net)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================