
Mitos ini ada benarnya. Seseorang dapat terkena rabun jauh jika sering melihat benda dari dekat dalam waktu yang lama, misalnya membaca, menjahit, atau melihat layar gadget. Namun, kondisi genetik juga memegang peranan yang besar.
Jika Anda sering melihat dekat, pastikan beri jarak sekitar 35 cm antara mata dengan benda yang dilihat. Terapkan juga aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit, alihkan pandangan untuk melihat sejauh 20 kaki (6 meter) selama 20 detik. Jika sudah melihat objek dari dekat selama 2 jam, sebaiknya istirahatkan mata minimal 15 menit.
6. Melihat objek berwarna hijau dapat mengurangi atau mencegah rabun jauh
Mengistirahatkan mata dengan cara melihat objek yang jauh di sela-sela aktivitas adalah hal yang baik untuk dilakukan. Objek berwarna hijau, seperti tumbuh-tumbuhan, bisa saja terlihat ketika mata sedang melihat jauh. Namun, tidak ada keharusan untuk melihat benda atau pemandangan yang berwarna hijau sewaktu mengistirahatkan mata.
7. Rabun jauh disebabkan oleh kebiasaan membaca sambil tiduran
Kebiasaan membaca sambil tiduran, membaca dalam gelap, dan menonton TV terlalu lama dapat membuat mata harus fokus pada benda-benda yang jaraknya dekat dalam waktu lama. Hal inilah yang bisa meningkatkan risiko terjadinya rabun jauh. Kebiasaan ini lebih sering dilakukan anak-anak. Jadi, jika Anda melihat bahwa anak Anda memiliki kebiasaan yang bisa merusak mata, cobalah untuk memeriksakannya ke dokter mata. Gangguan penglihatan yang terlambat diketahui dapat menyebabkan kelainan yang lebih serius, misalnya mata malas (amblyopia).
8. Tidur lebih awal dapat mencegah rabun jauh
Tidak ada bukti ilmiah yang mengatakan bahwa tidur lebih awal dapat membantu mencegah rabun jauh. Bukan lamanya tidur yang dapat memengaruhi risiko seseorang untuk terkena rabun jauh, melainkan aktivitas yang dilakukannya sewaktu terjaga.
Jika Anda sering tidur larut malam karena melakukan aktivitas yang mengharuskan Anda untuk melihat jarak dekat, seperti bermain game di layar gadget atau membaca dengan jarak yang terlalu dekat, tentu risiko untuk terkena rabun jauh akan lebih besar.
9. Makan wortel atau suplemen vitamin A dapat mencegah dan mengobati rabun jauh
Mengonsumsi makanan yang tinggi vitamin A memang memiliki efek yang baik untuk kesehatan mata. Namun, hal tersebut belum terbukti memiliki efek khusus untuk mengobati rabun jauh. Meski begitu, makanan yang kaya akan vitamin A tetap perlu dikonsumsi secara rutin untuk menjaga kesehatan mata.
10. Kacamata dengan minus yang lebih rendah bisa mengurangi rabun jauh
Mitos ini tidak benar. Mengenakan kacamata dengan kekuatan lensa yang kurang justru dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman, menyebabkan mata lelah, dan meningkatkan risiko terjadinya mata malas. Oleh karena itu, gunakanlah kacamata dengan kekuatan lensa yang tepat, agar Anda dapat melihat dengan jelas dan nyaman. Seperti yang dikutip oleh SINDO NEWS. (Mutiara/pkl/net).
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














