
Sadewa menyajikan informasi berbasis pengamatan termasuk liputan awan dari satelit Himawari-8 dan prediksi parameter atmosfer seperti curah hujan, angin, suhu, dan kelembaban.
Berdasarkan pantauan satelit itu, sel konveksi (molekul cairan dan gas) yang tumbuh menjadi sistem konvektif skala meso (MCC) terbentuk di sekitar Selat Karimata sejak pagi pada 31 Desember 2019.
Pembentukan MCC di wilayah tersebut bersamaan dengan pembentukan Cross-Equatorial Northerly Surge (CENS) di wilayah yang sama. Untuk diketahui, CENS merupakan fenomena meteorologis berupa aliran angin permukaan yang sangat kuat melintasi garis ekuator.
Aktivitas CENS yang menguat terus terjadi hingga sore hari pukul 15.00 WIB, dan secara cepat membuat MCC tersebut bermigrasi ke Laut Jawa. Selain berpindah, pertumbuhan sel-sel konveksi yang baru juga terjadi sangat intens dan meluas meliputi seluruh Laut Jawa.
Kondisi inilah yang kemudian memicu pembentukan hujan ekstrem maksimum pada tengah malam hingga dini hari di atas pantai utara Jawa Barat.
Aktivitas CENS dan hujan ekstrem pada dini hari di utara Jawa Barat tersebut dapat diprediksi melalui Sadewa Lapan. Seperti yang dikutip Liputan6.com (Viana/pkl/net)















