Pria Ini Ekspresikan Perasaan Melalui Lukisan, Setengah Tubuh Lumpuh

Namun, disabilitas tiba-tiba menghampirinya di usia 40 tahun. Tiba-tiba saja, pria yang gemar melukis anggota keluarganya ini mengalami peradangan otak.  Akibatnya ia mengalami gangguan malformasi vascular atau gangguan pada pembuluh darah dan membuat sebagian tubuhnya lumpuh.

Hal ini sempat membuatnya frustrasi dan ingin mengakhiri hidup. Pemikiran tersebut berlangsung dalam sementara waktu.

Seperti yang dikutip dari liputan6.com, “Kemudian saya melihat putri dan putra saya dan memilih untuk hidup. Saya pikir semuanya akan menjadi lebih baik,” katanya.

BACA JUGA :  6 Strategi Mendekati Calon Promotor untuk Lolos Beasiswa PMDSU

Melukis Sebagai Pemicu Semangat

Kejadian itu seakan menjadi titik balik. Ia mengambil sebuah kuas dan mulai melukis. Kegiatan melukis membuat semangatnya kembali meningkat. Hal lain seperti makan dan mandi menjadi lebih mudah.

Setiap hari, Kwan menghabiskan waktu hingga 5 sampai 6 jam penuh untuk melukis. Satu lukisan bisa saja menghabiskan waktu satu bulan. Sesekali rasa sakit menyerang, namun ia tak pernah berhenti melukis.

BACA JUGA :  Bupati Bogor Raih Penghargaan Nasional atas Keberhasilan Infrastruktur dan Konektivitas Daerah

Pria yang sering menggambarkan dirinya sebagai harimau dalam lukisan in,i ingin menyampaikan pesan tersendiri. Melalui lukisan, ia sebagai kepala keluarga akan selalu melindungi keluarganya. (Amanda/PKL/net)