Misteri Tumpukan Batu di Purbalingga Akhirnya Terkuak, Dikira Candi

PURBALINGGA TODAY – Misteri tumpukan batu yang dianggap sebagai candi di Desa Ponjen, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, akhirnya terkuak. Warga Desa Ponjen yang selama ini mewariskan narasi fiktif akhirnya mendapat penjelasan yang lebih rasional.

Kejelasan diperoleh setelah Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah mensurvei lokasi tumpukan batu yang dinamai Candi Wurung oleh warga setempat.

Lokasi Candi Wurung tersembunyi. Untuk sampai ke lokasi, butuh waktu kurang lebih satu jam mendaki.

Untuk menuju lokasi tumpukan batu itu, tim BPCB harus melewati pematang sawah dan jalan setapak yang menanjak, menembus kebun warga dan hutan. Candi Wurung masuk dalam lahan Perhutani yang berbatasan langsung dengan lahan warga.

BACA JUGA :  IATA Soroti Kebiasaan Penumpang Membawa Barang Saat Evakuasi Darurat Pesawat

Setelah sampai, tampak bukit yang dipenuhi tumpukan batu berbentuk balok. Selama ini warga setempat percaya tumpukan batu-batu itu adalah bahan yang digunakan untuk membangun candi. Tak heran bila warga kemudian menamai kawasan itu dengan Candi Wurung.

Wurung merupakan bahasa Jawa yang berarti “batal”. Warga meyakini batu-batu itu akan dibuat candi, tapi batal karena suatu hal.

Satu di antaranya seperti yang diceritakan Yusroji (70), sesepuh desa setempat. Menurut Yusroji, bangunan candi batal dibangun karena karena makhluk halus yang bertugas membangunnya tak bisa memenuhi tenggat waktu penyelesaian sebelum mentari terbit.

“Saat matahari terbit bangunan belum selesai dan kemudian ditinggalkan,” kata Yusroji.

BACA JUGA :  Samsung Pertimbangkan Kembali Snapdragon untuk Galaxy Z Flip 8, Exynos Tak Lagi Jadi Satu-satunya Pilihan

Yusroji yang memiliki lahan tepat berbatasan dengan Candi Wurung menyebut lokasi itu sebagai wana sepuh (wana berarti hutan dan sepuh berarti tua). Dirinya mengatakan, warga setempat mengeramatkan Candi Wurung dan kerap menjadi tujuan orang yang ingin mencari jimat.

Selain cerita soal makhluk halus yang gagal membangun candi, berkembang juga cerita di tengah masyarakat yang menyebut lokasi itu merupakan tempat bengkel material yang digunakan untuk membangun Candi Borobudur, dan candi-candi di Dataran Tinggi Dieng. Ada pula yang menyebut, batuan itu akan digunakan sebagai lantai Masjid Demak di era Wali Sanga. seperti yang dikutip Liputan6.com (Viana/pkl/net)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================