
Kerugian negara yang terjadi di BUMN adalah bukti nyata bahwa Jokowi hanyalah boneka yang keempat dalam 100 hari keja di periode kedua. Pemerintah Jokowi tidak menyelesaikan satu pun kasus pelanggaran HAM. Pemerintah lebih mengedepankan infrastuktur dan merampas ruang hidup masyarakat.
Mahasiswa yang akan demonstrasi dan di anggap menghambat investasi akan
di hakimi. Aspirasi mahasiswa dan masyarakat tak kunjung di dengarkan. Aksi-aksi yang dilakukan sebagai bentuk kebebasan berekspresi justru berujung represi dan kriminalisasi padahal demonstrasi adalah salah satu cara warga negara untuk berpendapat dan mengekspresikan sikap politiknya.
Kasus penganiayaan terhadap Lutfi dan mahasiswa pun menjadi bukti bahwa pemerintah tidak serius manangani kasus HAM masa lalu maupun saat ini. Di satu sisi pemerintah justru memilih penanganan kasus HAM melalui jalur non yudisial yang justru bertentangan dengan amanat undang-undang.
Seharusnya rekonsiliasi dan penyelesaian kasus HAM dilakukan melalui jalur hukum. Pemerintah malah mengambil jalan pintas lewat rencana menghidupkan kembali Komisi Kebenaran Rekonsiliasi (KKR) yang sebenarnya sebuah cerminan yang keliru terhadap interpretasi UU Nomor 26 Tahun 2000.
“Di tambah penyataan Menkopolhukam bahwa tidak ada pelanggaran HAM selama pemeintahan Jokowi. Tentu ini kesalahan besar dan sangat melukai korban dan kita dapat definisikan bahwa sebenarnya negara tidak pernah berpihak kepada korban,†ungkapnya.
Dalam 100 hari kerja kabinet Jokowi Ma’ruf, semestinya kualitas kinerja yang dilakukan harus lebih massif karena sudah pada periode kedua. Tapi faktanya 100 hari pertama kinerja Jokowi hanya ramai dan ribut soal problematika yang terus berulang setiap tahunnya.
“Bertepatan pada momentum 100 hari kinerja Jokowi Ma’ruf, kami Aliansi BEM se-Bogor bersepakat turun ke jalan menilai ketidakbecusan Jokowi dalam mengontrol kabinetnya. 100 hari kepemimpinan Jokowi periode kedua ini, merupakan cerminan 4 tahun ke depan Indonesia yang akan semakin suram,†imbuhnya. (Adit)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















