
Kewaspadaan di Kepri bukan tanpa alasan. Sebab Kota Batam, Kepri selama ini menjadi pintu keluar masuk Singapura dan Malaysia. Yudo juga mengawasi pelabuhan-pelabuhan tikus di daerah tersebut yang berpotensi menjadi pintu masuknya virus.
Yudo mengemukakan, 5 KRI tersebut telah berpatroli. Operasi antara lain dilakukan di Selat Singapura dan Selat Malaka yang langsung dipimpin oleh Panglima Koarmada 1. Mereka mengawasi pendatang ilegal dari Singapura, baik WNI maupun WNA.
“Setidaknya dengan disiagakannya 5 KRI di perairan perbatasan antara Indonesia dengan Singapura dan Indoneaia dengan Malaysia, kami berusaha upaya pencegahan masuknya virus ini dari negara luar yang sudah terjangkit bisa diminimalisir,” pungkasnya.
Berdasarkan data, Singapura dan Malaysia yang menjadi negara terdekat dengan wilayah Kepri telah melaporkan kasus positif corona. Singapura mencatat 43 kasus. Sedangkan Singapura, 18 kasus. (net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















