
“Karena minim air bersih. Lokasi pengungsian juga kotor. Kami menemukan banyak penyakit kulit. Untuk kena Sindrom Stevens Johnson sudah dibawa ke rumah sakit,” kata Beni, dalam keterangannya yang diterima wartawan, Rabu (12/2/2020).
Menurutnya, para pengungsi yang terjangkit tersebut harus segera mendapatkan penanganan. Bahkan khusus Dermatitis, itu harus dikarantina agar penyakit tidak menyebar ke pengungsi lain. Karena Dermatitis cenderung mudah menular.
“Ya harus dipisah supaya tidak menular. Karena kebanyakan anak-anak yang kena. Jadi anak yang sakit harus dipisah dengan yang sehat. Karena itu kan bernanah. Jadi kalau pecah gampang nular,” jelas Beni.
Sementara untuk Sindrom Stevens Johnson, ia menyebut penyakit itu menyebabkan kulit orang terjangkit seperti terbakar dan mengelupas di sekujur badan disertai deman.
“Makanya kita evakuasi ke rumah sakit supaya mendapat penanganan medis intensif,” ungkapnya. (Firdaus)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














