JAKARTA TODAY – Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto memastikan, hingga saat ini belum ditemukan kasus virus korona di Indonesia. Semua pasien yang diduga terpapar virus korona, serta yang masih dalam pengawasan dinyatakan negatif.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni menilai pemerintah jangan sampai terlena yang menyatakan jika Indonesia terbebas dari virus korona. Pasalnya, penyebaran penyakit ini semakin meluas ke penjuru dunia hingga lebih dari 50 negara dunia.
Diketahui, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memaparkan sembilan negara yang melaporkan kasus pertama virus tersebut yaitu, Brasil, Denmark, Estonia, Georgia, Yunani, Norwegia, Pakistan, Rumania, dan Makedonia Utara.
“Bukan berarti kita terlena. Tindakan preventif harus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk atas penyebaran virus mematikan ini,†kata Sahroni, Senin (2/3/2020).
Pria yang juga Anggota MPR RI itu pun menekankan pentingnya sosialisasi penyebaran virus korona gencar dilakukan pemerintah. Mulai dari penanganan WNI yang dievakuasi kembali ke Indonesia, dan dikarantina di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu hingga klarifikasi atas berbagai informasi yang beredar.
“Kepulauan Sebaru Kecil memang disterilisasi khusus untuk karantina, tapi bukan berarti keran informasi atas penanganan yang diperkuat visual kondisi terbaru tak bisa disampaikan. Keran informasi harus terus terbuka untuk mencegah kecemasan akibat kabar zona kuning atau lainnya. Jangan sampai dibiarkan terlalu lama hingga berdampak disinformasi berujung kepanikan,†pesan politisi NasDem itu.
Selain itu, ia juga meminta Polri dan TNI untuk melakukan pengamanan secara nyata terkait dampak virus korona. Kata dia, Polri harus melakukan patroli cyber atas penyebaran hoaks penyebaran virus korona, melakukan sosialisasi pencegahan hingga penindakan terhadap mereka yang berupaya melakukan pelanggaran hukum seperti penimbunan masker, ataupun penyelundupan, khususnya dari negara yang telah dinyatakan terdampak. Sementara TNI, sambung dia, membantu upaya pemulangan WNI dari negara lain yang terdeteksi terdampak virus korona dan gencar melakukan patroli di perbatasan.
“Jadi jangan sampai ada imigran, terlebih mereka yang melintasi negara-negara terdampak masuk ke wilayah NKRI,†pungkasnya. (net)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















