Terkait Corona, Bupati Bogor Imbau Masyarakat Tetap Waspada

CIBINONG TODAY – Bupati Bogor, Ade Yasin memastikan bahwa di Kabupaten Bogor hingga saat ini tidak ada laporan warganya yang terpapar virus corona atau
Covid-19 meski Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil telah menetapkan bahwa Jabar siaga satu virus corona.

Kendati demikian, Ade meminta kepada empat rumah sakit yang berada di wilayah Kabupaten Bogor untuk mengantisipasi dengan mempersiapkan ruang isolasi yang tertuang dalam pembentukan penanganan. Keempat rumah sakit tersebut salah satunya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong.

“Sekarang sudah terbentuk penanganan pasien penyakit infeksi emergency tertentu di RS seluruh Kabupaten Bogor,”Kata Ade, di RSUD Cibinong, belum lama ini.

Menurutnya, untuk penanganan terhadap pasien yang terpapar Covid-19 dibutuhkan keseriusan, mulai dari dokter hingga perawat yang jumlahnya tidak sedikit. Selain itu juga, Ade menyebut telah menyediakan ambulans khusus infeksi.

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Kenang Jasa Pahlawan dan Anggota Polri Gugur Jelang HUT Bhayangkara

“Khusus corona kami siapkan satu unit ambulans untuk penjemputan dan mudah-mudahan Kabupaten Bogor tidak ada, tetapi kan sedia payung sebelum hujan itu penting,” tutur politisi PPP tersebut.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan tidak berlebihan menghadapi isu-isu negatif yang disebar oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Terlebih harus membeli bahan makanan dalam jumlah banyak.

“Yang jelas pemerintah siap untuk menangani ketika terjadi suspect dan pemerintah juga tidak akan membiarkan ketika ada suspect Corona ini, Insha Allah kita siap menjaga masyarakat dari ancaman seperti ini dan semuanya dilaksanakan berdasarkan prosedur yang ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan,”tegasnya.

BACA JUGA :  Tekuk Semua Lawan, PWI Kota Bogor Juarai Mini Soccer Bupati Bogor

Untuk pengecekan secara personal, sambung Ade, saat ini belum dilakukan. Pasalnya harus ada laporan dari pusat terlebih dahulu jika terdapat seseorang yang terpapar. “Jadi kita tidak mungkin juga melakukan secara sporadis atau acak memeriksa orang-orang sehingga nanti (wisatawan) takut datang kesini,” katanya.

“Di sini (RSUD Cibinong) penanganan pertama ada 14 hari masa inkubasi kalau memang ternyata gejalanya ke sana ya kita kirim ke RS yang lebih lengkap dan sudah ditunjuk oleh pemerintah yakni Suryanti Saroso,” tandasnya. (Bambang Supriyadi)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================