HIKMAH VIRUS CORONA… ALLAH KANGEN SAMA KITA

Harusnya 2 hari libur ini kita agendakan untuk 1 hari saja, bisa ikut kuliah subuh, pengajian, kajian agama, tabligh akbar atau sholawatan. Sering kita beralasan tidak bisa hadir di pengajian karena ada acara kondangan dan seribu alasan yang lain.

Ketiga, tiap bulan kita sebagian besar selalu melupakan atau menomor duakan Allah. Setiap bulan terima gaji, biasanya kita mengagendakan kebutuhan yang konsumtif dan mengikuti nafsu duniawi kita. Jarang tiap bulan kita mendahulukan untuk bersedekah dari gaji kita. Padahal sedekah itu tidak bisa mendahului bencana, dan hal ini sangat sesuai dengan kondisi pandemi virus corona yang sedang dihadapi di seluruh dunia.

Keempat, tiap tahun kita sebagian besar selalu melupakan atau menomor duakan Allah. Setiap tahun kita sudah jauh-jauh hari untuk mempersiapkan mudik pulang ke kampung halaman kita, dengan membeli tiket pesawat terbang, bus dan kereta api.

Tapi sayang tradisi mudik yang bagus ini, kita salah dalam menyingkapinya. Budaya mudik ini, biasanya sarana untuk pamer jabatan dan kemewahan duniawi. Pulang kampung dengan membawa mobil mewah, tanpa ada rasa peduli dengan tetangga yang kurang beruntung.

BACA JUGA :  Waspadai Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Memicu Anemia

Adalah lebih bijaksana, misal yang punya mobil alphard, pulang mudik bawa mobil innova atau avanza saja. Yang parah, jika sombong dan gengsi, yaitu nyewa alphard untuk pulang mudik agar kelihatan kaya. Harusnya tetap diusahakan mudik dengan sederhana, menomor satukan mutu puasa kita dan lebih mementingkan serta mempersiapkan pulang sebenarnya, yaitu pulang ke kampung akhirat.

Kelima, seumur hidup kita sebagian besar selalu melupakan atau menomor duakan Allah. Orang hidup sebagian besar biasanya setelah bekerja adalah: menikah, punya kendaraan motor/mobil, punya rumah, punya tabungan/investasi, ingin renovasi rumah, atau tambah rumah, ke luar negeri, ikut asuransi dan membiayai kuliah anaknya.

Sampai lupa memikirkan dan mempersiapkan dana untuk umrah atau haji. Alasan klasiknya adalah untuk umrah atau haji belum siap dan kita belum mampu. Padahal beli mobil dan rumah saja mampu.

BACA JUGA :  Menjemput Keberkahan: Panduan Sunnah Rasulullah SAW Sebelum dan Sesudah Tidur

Dengan pandemi virus corona ini, Allah memaksa kita untuk lockdown, meski pemerintah tidak mau menerapkan lockdown. Ya kita dipaksa oleh Allah untuk sementara waktu berada di rumah. Kita disuruh oleh Allah untuk membersihkan dosa-dosa kita yang angat banyak, dengan muhasabah, berdzikr, bersholawat, shalat dan berdoa dengan orang-orang yang kita cintai.

Bukankah kata panutan muslim Rosul SAW mengatakan rumahku adalah surgaku (baiti jannati), jadi surga itu sangat dekat ternyata ada di rumah kita sendiri, orang barat menyebutnya dengan home sweet home. Jadi surga bukan di hotel, cafe, mall, atau tempat hiburan yang lain.

InsyaAllah..Allah sudah tidak kangen lagi pada kita, jika kita mulai sekarang untuk selalu ingat kepada Allah dan selalu menomor satukan Allah dalam situasi apapun. Jayalah Indonesiaku. (*)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================