Kades Dede Bantah Kabar Pasar Bojonggede Ditutup Karena Covid-19

BOJONGGEDE TODAY – Media sosial facebook dihebohkan dengan kabar bahwa Pasar Bojonggede, Kabupaten Bogor ditutup karena imbas virus corona, terlebih pasca mencuatnya salah seorang warga Bojonggede meninggal dunia karena virus tersebut.

Menanggapai hal itu, Kepala Desa Bojonggede, Dede Malvina menegaskan bahwa pasar Bojonggede tidak ditutup sebagaimana kabar yang beredar, melainkan hanya dikurangi jam operasionalnya, yakni mulai dari pukul.04.00 WIB, hingga Pukul 12.00 WIB.

“Tidak ditutup, tapi jam operasionalnya saja yang dikurangi. Ini dilakukan atas kelanjutan edaran Bupati Bogor, No. 510/785/2020 tentang pembatasan waktu operasional pusat perbelanjaan di Kabupaten Bogor,” tegas Dede kepada wartawan, Sabtu (4/4/2020).

Dengan begitu, Dede langsung mengklarifikasi kabar tersebut dengan sosialisasi dan giat edukasi kepada para pedagang pasar Bojonggede tentang Covie-19. Selain itu, ia juga sekaligus memberikan imbauan kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang memiliki lapak di pinggir jalan, agar memindahkannya kedalam area pasar agar tampak rapih sehingga tidak mengganggu arus lalulintas.

BACA JUGA :  Maju Jadi Calon Ketua Kadin Kota Bogor Harus Siapkan Rp350 Juta, Ini Penjelasan Panitia

“Terhadap pedagang, kami meminta agar menggunakan masker dalam melayani pembeli, hal ini demi menjaga para pedagang dan begitu juga para pembeli, agar lebih aman dari penyebaran virus corona,” terangnya.

Untuk edukasi lebih lanjut, sambung Dede, akan dilakukan tim relawan satgas covid 19 Desa Bojonggede, serta dibantu Trantib Kecamatan Bojonggede, Kapolsek Bojonggede dan Koramil setempat.

BACA JUGA :  7 Kebiasaan Orang Tua yang Tanpa Disadari Bisa Menghambat Kemandirian Anak

Disamping memberikan sosialisasi di pasar tradisional, Dede pun terus mengedukasi warganya secara maksimal agar masyarakat benar-benar faham atas bahayanya virus corona yang telah menjadi pandemi di Kabupaten Bogor. Bahkan dikatakan Dede, saat ini Desa Bojonggede sudah masuk dalam zona merah dan telah tercatat 20 Orang Dalam Pantauan (ODP) dan PDP berjumlah enam orang.

“Salah satu warga kami yang berstatus positif terpapar, yakni berjumlah satu orang, namun baru-baru ini, mendapat kabar, bahwa status pasien tersebut, dinyatakan sembuh karena atas upaya, Pemerintah Kabupaten Bogor, dalam menangani dan memerangi virus corona,” tutup Dede. (Bambang Supriyadi)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================