
“Ada 76 orang yang sempat kontak langsung dengan pasien itu, mulai 24 sampai 30 Maret. Mereka ini akan kami rapid test. Di antaranya petugas pendaftaran, IGD, dokter, perawat, hingga tenaga kebersihan,” sebut Titik.
Bupati Grobogan Sri Sumarni menyayangkan ketidakjujuran pasien itu dalam memberikan keterangan kepada petugas medis. Akibatnya, banyak pihak yang kelimpungan.
“Tolong kepada masyarakat agar memberikan keterangan yang jujur pada petugas medis saat diperiksa. Sampaikan saja jujur, jangan berbohong. Dengan menyampaikan keterangan yang benar, maka bisa dilakukan tindakan yang tepat,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Grobogan dr Slamet Widodo menambahkan, selain di lingkup pekerja RSUD dr Soedjati Soemodiardjo, pihaknya juga akan melakukan tracing kepada siapa saja yang sebelumnya pernah kontak dengan pasien itu.
Misalnya, keluarga, kerabat tetangga, serta pasien lain yang sempat berada satu kamar perawatan di Bangsal Aster RSUD dr Soedjati Soemodiardjo.
“Kami juga akan berkoordinasi dengan Dinkes Sragen untuk tracing, sebab pasien positif Covid-19 itu sempat periksa ke dokter yang ada di wilayah Sragen yang aksesnya cukup dekat dengan Desa Bangsri,” ujar Slamet. (net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














