
Pria berkacamata itu menyesalkan tindakan Pemkab Bogor yang seolah memberikan angin surga dengan mengirimkan pesan singkat yang pertama. Namun broadcast kedua yang dikirimkan Diskominfo Kabupaten Bogor itu seolah membuktikan bahwa orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman ini tidak memberikan apresiasi terhadap profesi wartawan ini, tidak seperti kepala daerah lainnya, yang sangat antusias memberikan perhatian kepada para jurnalis.
“Yang perlu menjadi catatan pula, kami (wartawan, red) tidak berharap pada bansos Covid-19 dari Dinsos. Kami hanya bertanya, apakah bupati ada perhatian terhadap profesi wartawan yang terdampak dan juga rentan terpapar Covid-19,†tandasnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, M. Gultom salah seorang pejabat Diskominfo Kabupaten Bogor memberikan penjelasan. Menurut dia, tidak ada sedikitpun niat Pemkab Bogor mengolok-olok atau meberikan informasi hoaks kepada wartawan terkait broadcast yang tersebar kepada insan pers dengan mencantumkan nama bahkan nomor pribadinya.
“Tulisanya benar Bu. Tapi kita tidak ada niat untuk mengkadali apalagi membuat berita hoax. Hingga saat ini, beberapa wartawan yang sudah menyampaikan datanya ke desa di terima Bu,†singkat Gultom melalui pesan whatsappnya.
(Bambang Supriyadi)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
======================================
====================================