Rojali tak menjelaskan detail waktu kejadian. Namun, dia mengatakan percobaan pemerkosaan itu bermula saat salah satu perusahaan di Desa Perkebunan Halimbe melakukan penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah karyawan. Saat penyemprotan, kades tersebut ikut terlibat bersama para karyawan.
Saat itu, mereka juga melakukan penyemprotan di rumah korban. Setelah selesai, tukang semprot langsung keluar dari rumah. Sedangkan oknum kades tersebut masih bertahan di rumah.
“Kades ini masih bertahan di rumah kemudian minta air minum sama korban. Saat ambil minumlah timbul niat korban,” ujarnya.
Rojali menyebut aksi bejat kades itu gagal karena dipergoki oleh anak korban yang langsung berteriak dan menangis. Kades tersebut kemudian berupaya kabur.
(net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
======================================
====================================