Warga Nembol Makin Giat Semprot Masjid Pakai Disinfektan saat Hadapi Ramadhan

PANDEGLANG TODAY – Saat ini, sudah memasuki Bulan Ramadhan 1441 H, namun perang melawan pandemik Covid-19 terus berlangsung. Seluruh masyarakat terus berjibaku melawan virus yang berasal dari Wuhan Cina itu dengan melakukan penyemprotan di beberapa titik salah satunya fasilitas publik. Seperti yang dilakukan masyarakat Desa Nembol, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten, melakukan penyemprotan disinfektan di masjid agar steril dari virus mematikan saat menjalankan ibadah selama bulan Ramadhan, “Sebelum masjid di kampung kami ini digunakan untuk kegiatan ibadah selama bulan puasa, masyarakat bergotongroyong membersihkan masjid terutama melakukan penyemprotan disinfektan untuk memutus matarantai penyebaran Covid-19,” ujar Anton Purwanto, Tokoh Masyarakat Kampung Peundeuy, Desa Nembol.
Warga Kampung Peundeuy sedang melakukan penyemprotan disinfektan di masjid guna mencegah penyebaran Covid-19
Seperti biasa, lanjut Anton, penyemprotan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat Kampung Peundeuy. Menurut Anton, penyemprotan ini sudah yang ke-4 kalinya dilakukan masyarakat tanpa ada campur tangan aparat desa maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang. “Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan wilayah RW. 001 Kampung Peundeuy, Desa Nembol, Kecamatan Mandalawangi walaupun dengan alat dan bahan seadanya. Dan kegiatan ini menjadi agenda rutin kami,” kata pria yang punya hobi menembak itu. Kekecewaan pun diutarakan Anton terhadap pemerintah setempat, karena hingga saat ini tak satupun aparat desa maupun kecamatan apalagi Pemkab Pandeglang yang melakukan penyemprotan disinfektan secara menyeluruh ke rumah-rumah warga. “Meskipun pemerintah belum menyatakan secara resmi status penyebaran Covid-19 diwilayah Kecamatan Mandalawangi, namun alangkah baiknya jika pemerintah melakukan pencegahan secara massif di wilayah Mandalawngi. Penyemprotan swadaya ini perlu dilakukan sebagai kewaspadaan untuk antisipasi kekhawatiran pencegahan penyebaran virus corona,” tandasnya. (Iman R Hakim) Bagi Halaman
BACA JUGA :  Kanker Payudara pada Pria: Jarang, tapi Nyata dan Sama Berbahayanya

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================