“Sejak tahun 2013 (Masjid) sudah tidak di gunakan, sehingga terpaksa dibubarkan. Tadinya merupakan rumah ibadah bagi santriawan/wati sejak 2004,” kata Tan Hok Liong kepada wartawan, Selasa (5/4/2020).
Padahal, katanya, dahulu masjid ini sering digunakan ibadah setiap harinya bagi santri dan warga sekitar. Selain itu, tak jarang beberapa tamu dari luar daerah seperti Tasikmalaya, Cirebon bahkan Taiwan selalu berkunjung ke Masjid setinggi 15 meter itu.
“Sungguh di sayangkan memang, apalagi ini merupakan satu-satunya pesantren etnis Tionghoa di Indonesia. Hanya ada disini dari seluruh Indonesia itu,” tutup dia.
(Bambang Supriyadi)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
======================================
====================================