
Kepanikan dalam menghadapi dampak ekonomi Covid-19 ini tampaknya akan berkepanjangan. Untuk menemukan caranya pun pasti akan melewati perdebatan sengit. Sebagai contoh, untuk memberikan stimulus kepada dunia usaha dan membantu masyarakat terdampak corona, misalnya, DPR memilih jalan mencetak uang baru. Sementara kalangan teknokrat di pemerintahan memilih menerbitkan surat utang. Alias utang lagi.
Perdebatan antara dewan dengan pemerintah ini telah menempatkan Presiden Jokowi berada pada posisi yang sulit. Pilihannya tak ada yang enak. Jika Jokowi memutuskan pilih cara DPR, yakni cetak uang sebanyak Rp 600 triliun, maka negeri ini akan kehilangan kepercayaan dari dunia internasional.
Sebab, cara ini akan menghancurkan nilai tukar rupiah terhadap mata uang atau barang apapun. Rupiah akan menjadi sampah. Dan, para teknokrat yang selama ini mendukung Jokowi dipastikan akan mundur dari jajaran pemerintahan.
Lantas, bagaimana jika Jokowi memilih cara teknokrat yang dimotori Menkeu Sri Mulyani dan Gubernur Bank Indonesia? Menambah utang itu pasti akan ditentang parlemen.  Meski  akan kehilangan dukungan dari partai politik. Dan, bersiap-siaplah menghadapi serangan dan kritik tak berujung dari Senayan.
Harusnya Jokowi tak perlu risau kehilangan dukungan politik dari partai-partai, toh dia tidak butuh dipilih lagi. Yang dibutuhkan Jokowi saat ini adalah mencetak sejarah baru keluar sebagai pemenang dalam pertempuran melawan Covid-19. Dia harus bisa menunjukkan jauh lebih hebat ketimbang Trump atau Presiden China Xi Jinping dalam menekan risiko coronavirus.
Dia harus bisa lebih cepat menjinakkan makhluk yang membuat semua orang takut mati ini. Mungkin ini yang dimaksud berdamai dan hidup berdampingan dengan coronavirus sebelum antivirus paten ditemukan.
Menurut rilis terbaru WHO, coronavirus tidak akan bisa dihentikan dalam waktu dekat. Bahkan, kata WHO, virus ini tak akan pernah hilang. So, apa yang akan dipilih Presiden Jokowi dalam mengatasi dampak ekonomi Covid-19 ini, mencetak uang baru Rp 600 triliun atau tetap berutang? Kita tunggu sesaat lagi
. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
======================================
====================================