Inovasi Baru dari Kampung Nagrog, Selokan Disulap Jadi Kolam Ikan

BOGOR TODAY – Berbagai inovasi baru di Kecamatan Bogor Selatan terus bermunculan, kali ini berada Kampung Nagrog, Kelurahan Pamoyanan, Kota Bogor. Perkampungan kecil yang berada di perbatasan antara kota dengan kabupaten itu ternyata memiliki potensi jika warganya mau merubahnya dengan baik, dan hal itu pun dibuktikan oleh warganya sendiri. Di sana, ada sebuah saluran irigasi kecil atau anak sungai Cisadane yang dimanfaatkan oleh warga. Dimana saluran irigasi tersebut mereka jadikan kolam ikan. Ada sekitar 20 ribu benih ikan Nila yang ditebar dan jika nanti panen maka akan menambah penghasilan warga.
Untuk membantu budidaya ikan, Camat Bogor Selatan Hidayatulloh memberikan pakan kepada warga dan pakan tersebut diserahkan oleh Lurah Pamoyanan Ali Firdaus Abdul Kodir kepada pengelola. Ali mengatakan, bahwa dirinya bangga memiliki warga yang begitu peduli terhadap lingkungannya, sebab mau memelihara lingkungan yang tadinya kumuh menjadi enak dipandang. Sehingga, inovasi yang ada di RW09 ini pihaknya sangat mendukung. “Kegiatan pengelolaan budidaya ikan di alam bebas ini awalnya untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama dari sampah dan alhamdulillah salahsatunya ada pengurangan dari beban sampah, 80 persen saluran irigasi atau selokan sudah mulai bersih,” kata Ali kepada Bogor Today dilokasi. Menurut Ali, untuk menciptakan inovasi ini tentu tidak instan, butuh proses, sehingga sebelum memulai maka konsep ini dipikirkan lagi secara matang. Kemudian ditinjau kembali dan dibahas lagi oleh warga. “Akhirnya warga berhasil mewujudkannya dan kita benihkan ikan-ikan tersebut bersama di hari minggu kemarin sebanyak 2 kwintal,” ujarnya. Sebagai dukungan, pihaknya pun akan terus melakukan pembinaan kepada mereka, dan pembinaan tersebut sudah dikomunikasikan dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor. “Terkait pembinaan sudah saya komunikasikan dengan DKPP, nanti akan ada penyuluh-penyuluh yang akan datang ke sini, Insya Allah seminggu sekali. Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan perekonomian warga,” terangnya. Sementara, Ketua Budidaya Ikan Alam Bebas, Jaya menjelaskan, awal terwujudnya budidaya ikan tawar, bermula dari kepeduliannya terhadap lingkungan, karena saluran irigasi yang saat ini dijadikan kolam ikan sering terjadi luapan air yang bersumber dari hulu irigasi yang disebabkan tumpukan sampah. “Awalnya sering terjadi luapan air di aliran ini, terbesit untuk membersihkan salurannya mulai dari hulu dimana titik penumpukan sampah berada, dan kemudian saya bersepakat untuk mendirikan perkumpulan warga untuk menjadikan saluran itu bermanfaat yaitu dengan dijadikannya tempat ikan alam bebas,” jelasnya. Dia menambahkan, membangun kolam ikan ini bersumber dari biaya swadaya masyarakat yang tergabung di kelompok budidaya ikan alam bebas. “Jumlah anggota kami ada 24 orang dan setiap minggu kita rutin mengumpulkan uang kas sebesar Rp10 ribu. Setelah dikumpulkan maka uang tersebut mencapai sekitar Rp 24 juta, dan kita bangun kolam ikan ini bersama-sama,” pungkasnya. (Heri) Bagi Halaman
BACA JUGA :  Rutin Konsumsi Semangka Berpotensi Menjaga Kesehatan Jantung, Ini Penjelasannya

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================