IJAZAH PALSU DAN MOTIF EKONOMI

Tentang Motiv Ekonomi Memiliki ijazah dan meraih gelar dari perguruan tinggi masih menjadi dambaan sebagian masyarakat. Selain untuk mengatrol prestise, faktor ekonomi menjadi pendorong mengapa orang masih berlomba -lomba memenuhi ambisi mendapatkan ijazah dan gelar akademik. Instansi baik negeri maupun swasta dalam promosi pangkat dan jabatan mensyaratkan ijazah dan gelar akademik sebagai kriteria utama. Makin tinggi ijazah dan gelarnya, makin  tinggi prestise dan posisinya, tetapi juga tambah besar kekuasaan berserta gaji dan tunjangannya. Akibat terobsesi mendapat ijazah dan gelar secara cepat, sebagian orang menempuh cara-cara tak elok dengan memilih jalan instan, contohnya plagiasi dan membeli ijazah. Jual-beli ijazah dan gelar sebenarnya berhenti jika orientasi pendidikan kita tidak lagi melulu pada ijazah dan gelar. Hakikat pendidikan menciptakan peserta didik berkarakter, mampu mengembangkan rasa ingin tahu, kreatif, dan memiliki kemampuan belajar sepanjang hayat sangat sulit tercapai. Perlu ada perubahan pola pikir dalam masyarakat kita bahwa ijazah dan gelar bukan segala-galanya. Sejarah membuktikan, banyak orang besar yang berjasa dan berprestasi di pelbagai bidang bukan penyandang ijazah dan gelar, tetapi karena punya karakter dan kualitas diri prima. Andrie Wongso, Ajip Rosidi, Bob Sadino, Hamka, Mark Zukerberg, Steve Jobs, dan Susi Pudjiastuti adalah beberapa manusia hebat.(*)
Halaman:
« 1 2 » Semua
BACA JUGA :  Momen HJB ke-544, Museum Pajajaran Mulai Dibuka Resmi untuk Umum

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================