Tiga Tahun Duki Tekuni Rock Painting

Dari Batu Hingga Beromzet Jutaan Rupiah BOGOR TODAY – Batu memang bukan media yang ideal untuk melukis, tetapi di tangan seniman asli Bogor, Duki Noermalla (51) batu yang tidak ada harganya ini, mampu disulap menjadi karya seni dan bisa laku ratusan ribu. Duki menceritakan, menekuni seni lukis batu atau rock painting ini, baru ditekuninya sejak tiga tahun lalu. Kreasi ini, dibuatnya karena ingin mencoba sesuatu yang baru. Jenis batu yang digunakan adalah batu kali yang diambil dari sungai Ciliwung di dekat rumahnya. Selain batu kali, ia juga memakai batu taman yang putih.
Ia mengatakan, batu ini, ia cari sendiri di sungai agar mendapatkan tekstur permukaan batu yang pas untuk dilukis. Batu yang dipilih besarnya berdiameter 10-30 cm. Sedangkan cat yang digunakan untuk melukis adalah cat akrilik.
Kebanyakan pesanan lukisan yang dibuat objeknya adalah binatang seperti kura-kura, katak, dan rusa yang dibuat seperti 3D. Untuk harganya bervariatif tergantung besar batu dan objek yang di pesan. Kisarannya dari Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta. “Lukisan batu ini juga pernah dipamerkan di beberapa acara. Untuk yang beli lukisan ini, kebanyakan orang Bogor dan luar Bogor. Lama pembuatannya satu minggu tapi kalau saya lagi fokus paling cepat bisa 3-4 jam, ujarnya. Selain memanfaatkan media batu, Duki juga menorehkan kreativitasnya pada kertas dan kanvas dengan menggunakan media cat air. Bahkan, lukisan realis yang ia buat di atas kertas lebih dulu dijalaninya sebelum memakai media batu kali. “Dari kecil saya sudah hobi melukis. Tahun 1984 saya mulai mengasah secara serius ilmu lukis ini. Kemudian saya pertama ikut pameran tahun 1986 dan mulai dapat orderan tahun 1989,” ungkapnya. Di samping melukis, ia juga pernah diminta membuat gambar ilustrasi untuk buku-buku pengetahuan seperti buku Indonesia Heritage seri flora fauna dan tropical fruit of Indonesia. Pernah juga ia diminta membuat gambar bangunan heritage untuk buku kraton Surakarta. Dari hasil melukis itu, sambung Duki, ia bisa membeli rumah yang dulu dikontrakinya di daerah Ciburial Indah, Jl Pajajaran, Bogor Timur. Hingga kini melukis menjadi pekerjaan tetap yang menjadi penunjang kebutuhan hidup keluarganya. “Banyak pengalaman dan kesan selama menjalani dunia lukis ini. Seperti bertemu Presiden Soeharto saat ikut pameran di HI Jakarta. Disitu beberapa lukisan saya dibeli oleh duta-duta besar dan anak-anaknya Presiden Soeharto. Kemudian bertemu Presiden Jokowi di Kebun Raya. Disitu saya juga memberikan lukisan kepada Jokowi yang bergambar wajahnya. Terakhir membuat lukisan Lawang Suryakancana dan pedestrian pesanan Wali Kota Bogor Bima Arya,” bebernya. (Adit) Bagi Halaman
BACA JUGA :  Jangan Sepelekan Lelah Berkepanjangan, Bisa Jadi Tanda Awal Gangguan Jantung

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================